MACET: Tampak ruas jalan sekitar pintu tol Desari II cukup padat dengan kendaraan. FOTO : YUNIAR/RADAR DEPOK
macet di pintu masuk tol sawangan
MACET : Tampak ruas jalan sekitar pintu tol Desari II cukup padat dengan kendaraan. FOTO : YUNIAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kemacetan yang kerap terjadi di pintu tol Depok-Antasari (Desari) II cukup membuat was-was para pengendara, terutama pada saat jam kerja.

Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Kota Depok Nurdin Al Ardisoma menilai, bahwa masalah utama kemacetan di ruas tersebut terletak di Jalan Raya Muchtar yang terlalu sempit.

“Seharusnya seperti pertigaan Parung Bingung, Tugu, dan Pasar Kemiri itu jalannya lebih dulu diperluas, sehingga bisa mengurangi kemacetan,” ujar Nurdin kepada Radar Depok, beberapa waktu lalu.

Nurdin menuturkan, pembangunan tol Desari II sudah sangat tepat dan bermanfaat. Ia berharap, ruas tol selanjutnya ke arah Citayam cepat terealisasi dan bisa mengurangi kemacetan.

“Semoga pengendara yang tujuannya ke wilayah perbatasan Depok-Bogor bisa keluar di pintu tol,” jelasnya.

Sementara itu, Direktorat Teknik dan Operasi PT. Citra Waspphutowa, Widijanto mengatakan, pembangunan tol ini sebenarnya sudah ada laporan Andalalin, khusus seksi 2 (Brigif-Sawangan) yang berkenaan dengan situasi lalu lintas di koridor Jalan Raya Sawangan.

“Jika ada kemacetan, akan dijadikan rekomendasi upaya penanganan sesuai tugas, peran, dan tanggung jawab sejumlah pihak,” ucapnya.

Pihak yang ia maksud di antaranya, Kementerian PUPERA, Pemkot Depok, Badan Usaha Jalan Tol PT. Citra Waspphutowa, pengguna jalan tol, maupun pengguna non jalan tol.

“Tol Desari setelah dioperasikan sampai Sawangan ini, juga akan dilanjutkan dengan seksi Sawangan-Bojong Gede (wilayah administrasi Kabupaten Bogor), sesuai penugasan dan perjanjian dengan pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT),” tuturnya.