Beranda Utama Kadin Depok Minta Pembatasan Dievaluasi

Kadin Depok Minta Pembatasan Dievaluasi

0
Kadin Depok Minta Pembatasan Dievaluasi
Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar.
miftah sunandar pengusaha
Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada Senin (31/8) Pemkot Depok telah memberlakukan pembatasan aktivitas warga hanya sampai pukul 20.00 wib. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk mengendalikan peningkatan kasus virus korona alias Covid-19 di Kota Depok.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Depok Senin (31/8) pukul 14.30, jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 2.210 orang, pasien sembuh 1.539, sedangkan yang meninggal mencapai 77 jiwa.

Terkait kebijakan pembatasan aktivitas warga tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, Miftah Sunandar mengaku tidak setuju dengan kebijakan pembatasan itu. Ia mengaku, kasihan terhadap keberadaan UMKM dan para pedagang yang membuka usahanya pada sore hari. Rata-rata para pedagang mulai buka sekitar pukul 16.00.

“Jika pemerintah tidak mengevaluasi kebijakan ini, bisa dipastikan pengangguran bertambah,” ucap Miftah kepada Radar Depok, Senin (31/8).

Miftah menyontohkan kebijakan yang diterapkan oleh Pemkot Surabaya. Ia menilai, kebijakan di Surabaya lebih bijak dan tidak menyampaikan sosialisasi dadakan.

“Kalau pun dibatasi, lebih baik tidak semua jenis usaha. Tempat karaoke dan pijat yang buka pagi hari, boleh saja ditutup. Tapi kalau pedagang jangan,” tegas Miftah.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyatakan bahwa kebijakan yang dikeluarkan tersebut bukanlah pemberlakuan jam malam.

“Jam malam dengan pembatasan aktivitas warga itu beda,” ungkap Dadang kepada Radar Depok, Senin (31/8) pagi.