tim gugus tugas kota banjar
PENJELASAN. Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Budi Hendrawan diwawancarai Sabtu (19/09). FOTO : ISTIMEWA
tim gugus tugas kota banjar
PENJELASAN : Tim pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Budi Hendrawan diwawancarai Sabtu (19/09). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, BANJAR – Seorang pegawai kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berinisial RK mengaku harus pulang kampung ke Banjar khawatir terlantar setelah dinyatakan positif virus Korona (Covid-19). Pria berusia 38 tahun itu kini dirawat di RSUD Kota Banjar.

Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Agus Budiana Ekaputra menerangkan pada Senin (14/09), kantornya di Kota Depok melaksanakan swab test untuk para pegawainya.

Hasilnya diketahui warga Banjar itu terkonfirmasi positif Covid-19. Dia tinggal bersama istrinya berusia 36 tahun, anaknya berusia empat tahun dan seorang pembantu.

Saat RK sakit, pembantunya juga ikut sakit, sehingga RK pun diurus istrinya. Setelahnya, giliran istrinya yang sakit. Bahkan, sampai saat ini istrinya mengalami demam dan penciumannya menurun. Karena khawatir tidak ada yang merawat di Depok, satu keluarga itu pun memutuskan pulang ke Kota Banjar.

“Istrinya asli warga Purwaharja Kota Banjar, masa kita tolak. Sesampai di RSUD Kota Banjar sekarang semuanya langsung menjalani perawatan di ruang isolasi,” kata Agus.

Menurut dia, istri dan anaknya belum dipastikan positif Covid-19 lantaran belum menjalankan swab test dan rapid test. Meskipun belum ada kepastian positif, mereka tetap diisolasi di rumah sakit.

“Makanya untuk memastikan kembali hasilnya, rencananya kita akan lakukan swab test,” katanya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya