pabrik di depok ada korona
SATU POSITIF : Inilah pabrik YKK Ziper Indonesia, di Raya Jakarta-Bogor KM 29, Kecamatan Cimanggis Kota Depok, yang satu karyawannya positif Covid-19. FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK
pabrik di depok ada korona
SATU POSITIF : Inilah pabrik YKK Ziper Indonesia, di Raya Jakarta-Bogor KM 29, Kecamatan Cimanggis Kota Depok, yang satu karyawannya positif Covid-19. FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tamasya Virus Korona alias Covis-19 belum berakhir di Kota Depok. Senin (7/9), virus yang menyerang pernafasan mulai main-main ke pabrik. Temuan Korona baru ini, menyasar pabrik YKK Ziper Indonesia, di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 29, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Manto Jorghi menjelaskan, informasinya baru masuk sore tadi (kemarin). Benar ada satu karyawan di bidang produksi PT YKK Ziper Indonesia terpapar Covid-19.

“Iya ada yang terkonfirmasi masih positif di pabrik tersebut,” jelas Manto kepada Radar Depok, Senin (7/9).

Mantan Kepala Bagian Umum Setda Depok ini membeberkan, satu karyawan tersebeut merupakan warga Kota Bekasi. Senin (31/8), yang bersangkutan ke dokter dan dinyatakan tipes. Merasa sudah membaik Kamis (3/9) dia kembali masuk kerja. Namun, saat kerja panasnya tak kunjung turun, dan akhirnya Jumat (4/9) kembali izin tidak masuk kerja. Di hari yang sama karyawan tersebut langsung melakukan tes Swab PCR.

“Karyawan ini dirawat di RSUD Kota Bekasi. Hasil tes Swab PCR-nya positif Covid-19,” terangnya.

Setelah diketahui hasilnya, lanjut Manto, karyawan tersebut melaporkan bahwa dia positif ke HRD PT YKK Ziper Indonesia. Adanya laporan tersebut pihak pabrik langsung bergerak cepat mentracing siapa yang kontak erat dengan karyawan positif tersebut. Akhirnya diketahui ada 13 karyawan yang berhubungan, hanya saja enam karyawan yang akan dilakukan tes Swab PCR. Sisanya diisolasi mandiri atau diliburkan dahulu selama 14 hari.

“Besok (hari ini) keenam karyawan yang kontak erat di Swab PCR,” ucapnya.

Menurut Manto, temuan Korona ini baru ada di Kota Depok. Dan dia mengapresiasi karyawan serta pihak pabrik yang langsung respon. Apalagi, seluruh penangananya dicover pabrik. Sejauh ini, sambung dia, pabrik sudah lapor ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok.

“Saya takut seperti terjadi di Karawang, tapi saya apresiasi karyawan langsung lapor dan pihak pabrik melakukan tracing,” jelasnya.