suasana paspor imigrasi depok
ILUSTRASI : Warga saat melakukan tahap pendaftaran untuk mengurus pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Grand Depok City. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
suasana paspor imigrasi depok
ILUSTRASI : Warga saat melakukan tahap pendaftaran untuk mengurus pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Grand Depok City. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada masa pandemi covid-19 ini, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok Tetap melayani pembuatan Paspor yang sudah dimulai sejak 15 Juni, setelah sebelumnya memberlakukan pembatasan layanan pada 24 Maret 2020.

Pelayanan pembuatan paspor pada masa pandemi ini masih menggunakan cara yang sama. Yaitu melalui Aplikasi Layanan Paspor online. Perbedaannya hanya pembatasan jumlah kuota pembuatan paspor.

Kepala Subseksi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Depok, Yuris Setiawan menjelaskan, pembatasan jumlah kuota pembuatan paspor berdasarkan zonasi daerah masing-masing wilayah.

“Untuk Depok yang berada di zona merah kuotanya hanya 25 persen, dari kuota awal 150 orang. Zona kuning 50 persen dan zona Hijau 75 persen,” ungkap Yuris kepada Radar Depok.

Meski begitu lanjut Yuris, pihaknya tidak mengalami kesulitan saat melayani pembuatan paspor online dimasa pandemi covid-19.

“Kalau misalnya ada yang tidak paham dengan sistem ini, kita tinggal arahkan ke customer service sampai mendapatkan nomor antrean,” tuturnya.

Salah satu pemohon paspor, Tiara mengaku, tidak ada kesulitan  ketika dirinya memohon pembuatan paspor.

“Justru memudahkan sih, jadi pas datang tinggal scan barcode. Ditambah sepi tidak seperti sebelum pandemi,” ucapnya singkat. (rd/cr2)

 

Jurnalis : Sahrul Ramadhan

Editor : Pebri Mulya