Masih Ada Terjaring Razia Masker di Jatimulya

In Satelit Depok
pelanggar masker jatimulya
TERJARING : Operasi gabungan penggunaan masker, masih saja menemui masyarakat yang bandel, di Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Senin (14/09). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, JATIMULYA – Operasi gabungan penggunaan masker, masih saja menemui masyarakat yang bandel, di Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Senin (14/09).

Kasi Pemerintahan dan Penertiban Kecamatan Cilodong, Sutrisno mengatakan, memang masih ditemui beberapa warga yang tak peduli menggunakan masker. Meski angka pasti belum diketahui. Namun yang terpenting, ini dapat membuat masyarakat peka dengan kesehatannya sendiri.

“Kuncinya bukan masalah denda. Tapi biar jera dan disiplin pakai masker. Jadikan gaya hidup sekarang ini,” terangnya kepada Radar Depok.

Sutrisno menilai, operasi maupun sosialisasi akan percuma jika dari masyarakat tidak patuh. Tidak peduli pada kesehatannya. Pasalnya sekarang ini, menggunakan masker juga bentuk menghargai satu sama lain.

”Kami setiap satu pekan, selalu berkeliling setiap lingkungan masyarakat yang terdapat di Kecamatan Cilodong. Hal itu, untuk terus memberitahukan kepada masyarakat soal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” beber dia.

Sementara, Ketua Regu Satpol PP Razia Masker Kawasan Cilodong, Samsuri menerangkan, razia ini bukan terletak pada denda, melainkan kebiasaan masyarakat untuk sadar memakai masker. Saat ini, denda yang paling besar bernilai Rp50 ribu hingga hukum sosial, seperti membersihkan jalan, atau olahraga push up.

“Intinya memang mengubah kebiasaan untuk melindungi dirinya sendiri dengan setia pakai masker saat beraktifitas,” ungkapnya.

Bagi pengendara atau masyarakat yang pernah terjaring, lalu kembali terjaring lagi, akan ada sanksi yang lebih trgas untuk meningkatkan kedisiplinan. Pasalnya setiap pengendara memiliki keluarga di rumahnya, sehingga akan dapat membawa hal berbahaya jika tidak menggunakan masker.

“Kalau sudah selesai beraktifitas, dari jalan, sampai rumah harus langsung mandi biar bersih. Karena anak istri atau keluarga menunggu kita dirumah,” tutup Samsuri. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

qonita bermasker

Qonita Prihatin Peristiwa Penusukan Syekh Ali Jaber

Ketua DPC PPP Kota Depok , Qonita Lutfiyah   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua DPC PPP Kota Depok

Read More...
ketua forsil sukmajaya

Posisi Netral, Harap Insentif RT/RW Ditingkatkan

Ketua Forsil RT/RW Mekarjaya, Somali.   RADARDEPOK.COM, MEKARJAYA - Tak ambil pusing soal Pilkada Depok 2020. Forum

Read More...
kantor kecamatan tapos aktif

Kecamatan Tapos Kembali Beroperasi

KEMBALI DIBUKA : Setelah dilakukan mitigasi Covid-19 selama sepekan. Mulai Senin (14/9) pelayanan di Kantor

Read More...

Mobile Sliding Menu