rapid test smkn 2 depok
RAPID TEST : Kepala SMKN 2 Depok, Rochmatul Cholil (kanan) saat menjalani rapid test didampingi Ketua Tim Satgas Covid-19 SMKN 2 Depok, Helva Roza, Kamis (17/09).  FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
rapid test smkn 2 depok
RAPID TEST : Kepala SMKN 2 Depok, Rochmatul Cholil (kanan) saat menjalani rapid test didampingi Ketua Tim Satgas Covid-19 SMKN 2 Depok, Helva Roza, Kamis (17/09).  FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Semuanya negatif, itu jadi hasil dari rapid test 50 guru dan karyawan di SMKN 2 Depok, Kamis (17/09). Dimana, dalam kegiatan yang diadakan di salah satu ruang di SMKN 2 Depok tersebut, adalah kerjasama dengan petugas medis dari Puskesmas Kecamatan Sawangan.

Kepala SMKN 2 Depok, Rochmatul Cholil mengatakan, total ada 110 guru dan karyawan yang ada di SMKN 2 Depok. Tetapi, dalam kegiatan rapid test tersebut tidak semua guru ikut serta. Karena, memang ketersediaan secara pribadi saja untuk mengikuti kegiatan rapid test.

“Dari 50 orang tersebut hasilnya negatif semua, saya bersyukur,” ucapnya kepada Radar Depok.

Cholil menjelaskan, sekarang ini seluruh ASN di Jawa Barat  harus bersedia untuk menjalani rapid test. Setidaknya seorang guru sudah pernah di rapid test sekali. Itu untuk mencegah adanya semakin menyebarnya virus Korona (Covid-19) di lingkungan pendidikan.

“Saya pribadi saja sudah tiga kali menjalani rapid test. Ini tentunya untuk menjadikan kita lebih mawas diri dan selalu menjaga kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Covid-19 SMKN 2 Depok, Helva Roza mengatakan, petugas medis yang turut serta dalam kegiatan rapid tersebut berasal dari Puskesmas Kecamatan Sawangan. Setiap guru dan karyawan yang ingin ikut rapid test, harus menyerahkan fotokopi dan kartu keluarga ke petugas untuk pendataan.

“Jika ada yang reaktif, tentunya akan menjalani swab test. Tetapi, ini hasilnya negatif semua. Semoga saja pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir dan pembelajaran di sekolah kembali normal tatap muka,” terangnya. (rd)

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya