Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini.
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini.
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini.
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tak ingin di pesta demokrasi malah jadi pestanya Virus Korona (Covid-19). Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerapkan PKPU 6 dan PKPU 10 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut diatur pemberian sanksi administratif maupun pidana, bagi Calon Kepala Daerah yang melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid -19.

“Penanganan pelanggaran, kami punya kewenangan penanganan pelanggaran yang sifatnya administratif dan pidana. Administratif itu ada yang dengan sidang ajudikasi seperti dalam pelanggaran money politics yang terstruktur dan masif,” kata Ketua Bawaslu RI Abhan.

Abhan mengatakan, penanganan pelanggaran akan dikedepankan secara persuasif berupa teguran pengawasan pemilu. Jika teguran tidak diindahkan, Abhan menyebut, sesuai Peraturan KPU 6 dan 10 Tahun 2016, bisa diterapkan sanksi sesuai aturan undang-undang.

Tindakan persuasif dengan teguran pengawasan pemilu sesuai ketentuan perundang-undangan. Kalau dengan teguran tidak ada tindak lanjut, dalam PKPU 6 dirinci dalam PKPU 10 Tahun 2020, manakala sudah ada teguran tapi tak dihiraukan.

“Maka dalam hal ini pihak yang dimaksud sudah ditegur dan tidak melakukan protokol kesehatan, maka KPU-Bawaslu berkoordinasi untuk mengenakan sanksi sesuai aturan perundang-undangan,” tegasnya.

Kemudian Abhan menyebut, akan berkoordinasi dengan aparat Satpol PP terkait pengawasan protokol kesehatan. Menurutnya, sanksi selain dari PKPU, bisa juga diterapkan dari undang-undang hingga peraturan daerah masing-masing.

Dalam hal ini peran Satpol PP besar sekali, karena mengenai aturan protokol kesehatan tidak hanya diatur dalam PKPU 6 dan PKPU 10. Tentu ada di regulasi, contohnya ada di UU No 6 Tahun 2018 mengenai Karantina Kesehatan, Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, di Kepmenkes 01.

“Ada juga peraturan daerah masing-masing, ada perda dari pergub maupun perbup dan perwali mengenai sanksi dan sebagainya,” ujarnya.