Prodi TI PNJ
SERAHKAN : Penyerahan APD dari Kepala Prodi TI PNJ Risna Sari berupa masker medis, sarung tangan (handscoon) latex, pieces baju hazmat reusable level 3 dan Aplikasi Laporan Pantauan Harian kepada Puskesmas Depok Jaya. FOTO : FEBRINA/RADAR DEPOK
Prodi TI PNJ
SERAHKAN : Penyerahan APD dari Kepala Prodi TI PNJ Risna Sari berupa masker medis, sarung tangan (handscoon) latex, pieces baju hazmat reusable level 3 dan Aplikasi Laporan Pantauan Harian kepada Puskesmas Depok Jaya. FOTO : FEBRINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI) jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Puskesmas Depok Jaya, Kamis (17/09). Kegiatan yang merupakan bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, sebagai wujud pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi langsung pada masyarakat.

Prodi TI diwakili langsung Kepala Prodi TI, Risna Sari dan Kepala Puskesmas Depok Jaya, Euis Eka Kurniati. Puncak rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dengan melakukan penyerahan alat pelindung diri (APD) dari Kepala Prodi TI PNJ, Risna Sari berupa 1.200 masker medis, 500 pasang sarung tangan (handscoon) latex, 50 pieces baju hazmat reusable level 3 dan Aplikasi Laporan Pantauan Harian. Aplikasi ini berfungsi memantau Kesehatan masyarkat yang berada di wilayah puskesmas Depok jaya yang terkena Covid-19.

Kepala Puskesmas Depok Jaya, Euis Eka Kurniati mengucapkan, terimakasih atas kegiatan pengabdian kepada masyarakat Prodi TI di Puskesmas Depok Jaya. Aplikasi Laporan Pantauan Harian yang dibuat Prodi TI PNJ, sangat membantu tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Depok Jaya.

Menurutnya, aplikasi ini menyimpan data masyarakat yang melakukan isolasi mandiri karena terkena Covid-19. Dengan cara pasien melaporkan status kesehatan, setiap hari melalui aplikasi.

“Selama ini pasien melaporkan kepada petugas melalui aplikasi whatapps, kemudian data dicatat oleh petugas secara manual pada kertas. Selanjutnya diinputkan pada aplikasi Pusat Informasi Covid-19 Kota Depok (PICODEP),” jelas Euis.

Petugas tenaga kesehatan sering kehilangan data yang dicatat. Sehingga menyebabkan petugas harus mendata ulang, dengan melihat history chat yang diberikan pasien. Dengan adanya aplikasi, Laporan Pantauan Harian petugas bisa langsung menginputkan data pada aplikasi PICODEP.

“Aplikasi Laporan Pantauan Harian selain menyimpan data pasien, juga menampilkan dashboard berupa jumlah pasien dalam bentuk visualisasi , grafik, dan angka berdasarkan kriteria,” bebernya kepada Radar Depok, Kamis (17/09).