PNJ webinar
VIRTUAL : Rekaman layar saat Jurusan Teknik Informatika PNJ melaksanakan 3rd International Conference of Computer and Informatics Engineering 2020 secara virtual, Rabu (16/09). FOTO : ISTIMEWA
PNJ webinar
VIRTUAL : Rekaman layar saat Jurusan Teknik Informatika PNJ melaksanakan 3rd International Conference of Computer and Informatics Engineering 2020 secara virtual, Rabu (16/09). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), kembali mempersembahkan 3rd International Conference of Computer and Informatics Engineering 2020. Penyelenggaraan tersebut dilaksanakan 15 dan 16 September dilakukan secara virtual.

Ketua Panitia 3rd IC2IE 2020, Dewi Yanti Liliana mengatakan, peningkatan volume data secara masif berasal dari berbagai sumber data antara lain perangkat mobile, sensor Internet of Things (IoT), media sosial, dan data di internet yang dikenal dengan Big Data. Ledakan data tersebut tidak akan memberikan keuntungan apabila mengendap sebagai data jenuh. Mengingat hal tersebut, penggunaan Artificial Intelligence (AI) diperlukan dalam proses data science dan analitik untuk mengubah big data menjadi ilmu yang berguna.

“Perkembangan AI, teknologiIo T, dan Big Data bersama-sama membawa dampak positif pada revolusi data yang dikenal sebagai Revolusi Industri 4.0 (IR 4.0),” ujar Dewi Yanti Liliana kepada Radar Depok, Jumat (18/09) 

Penggunaannya dalam industri sangat beragam, lanjut Dewi Yanti Liliana, terutama untuk profil konsumen, personalisasi layanan, dan analisis prediktif untuk pemasaran target, periklanan, dan manajemen. Dengan prinsip yang sama, teknik AI dan analitik data harus diadopsi guna memberikan manfaat kepada kemanusiaan atau aksi kemanusiaan, serta meningkatkan kesejahteraan manusia. Selain itu, teknologi tersebut dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG).

Dewi Yanti Liliana mengungkapkan, masalah yang dihadapi dalam implementasi SDG adalah kurangnya akses ke data kritis penduduk yang penting, guna penentuan kebijakan nasional, regional dan global. Mengingat hal tersebut, penerapan teknologi AI dan analitik data, diperlukan untuk mengintegrasikan berbagai sumber data. 

Tidak hanya itu, lanjut Dewi Yanti Liliana, AI dan analitik data memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada SDG. Hal tersebut sejalan dengan aksi PBB dengan melakukan inisiatif di bidang ilmu data yang disebut Global Pulse  atau melalui website www.unglobalpulse.org.