Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Moh Hafid Nasir
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Moh Hafid Nasir.
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Moh Hafid Nasir
Hafid Nasir.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pilkada Kota Depok akan terlihat seksi dengan sejumlah janji kampanye guna meraup suara masyarakat Kota Depok, salah satunya janji kampanye Pasangan Idris-Imam. Berdasarkan informasi yang didapat, Idris-Imam telah mengeluarkan program Janji Kampanye, salah satunya Rp5 Milyar untuk satu kelurahan.

Juru Bicara Tim Pemenangan Idris-Imam, Hafid Nasir mengatakan, salah satu program janji kampanye satu kelurahan Rp5 Milyar tersebut, dimaksudkan untuk program pemberdayaan masyarakat. Nantinya dana tersebut dapat melakukan berbagai macam program pemberdayaan di tingkat kelurahan.

“Pemberdayaan seperti karang taruna (katar) para pelaku UMKM menjadi upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Depok,” ujar Hafid Nasir, Kamis (9/9).

Hafid Nasir menilai, apabila pemberdayaan masyarakat dilakukan ditingkat kota di nilai kurang efektif, serta menyulitkan dari sisi pendampingan. Untuk itu, program dana Rp5 Milyar tiap kelurahan dinilai efektif, karena kelurahan menjadi klaster kecil dan dapat dilakukan berbagai macam program pembinaan di ruang lingkup kelurahan.

Nantinya berbagai macam bentuk pemdapingan salah satunya pelaku usaha mikro, dapat lebih intens dan massif dilakukan. Dengan begitu apabila dilakukan di tingkat kelurahan, tidak hanya sekedar pelatihan yang diberikan namun ada program pendampingan, sehingga tingkat keberhasilan bisa tercapai diatas 80 persen.

Hafid Nasir mengungkapkan, setiap kelurahan memiliki kearifan lokal yang berbeda dengan kelurahan lain, sehingga diperlukan kajian. Dengan adanya anggaran sebesar Rp5 Milyar dapat memberikan memberikan outcome, output, dan inpact yang dirasakan masyarakat khususnya di tingkat kelurahan.

Hafid Nasir menuturkan, meningkatkan kesejahteraan tidak harus dari sisi infrastruktur, namun kesejahteraan masyarakat dapat dibangun melalui pemberdayaan masyarakat. Hafid Nasir mengakui, pembangunan infrastruktur tidak kalah penting, namun pemberdayaan masyarakat lebih mengarah secara teknis dan menyadarkan kepada masyarakat dan stake holder, bahwa peningkatan non infrastruktur perlu dilakukan.