ratujaya antisipasi paceklik
MEMBUTUHKAN AIR : Petugas yang berasal daru warga saat membangun sumur resapan kelima di area RW 07 Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
ratujaya antisipasi paceklik
MEMBUTUHKAN AIR : Petugas yang berasal daru warga saat membangun sumur resapan kelima di area RW 07 Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Mengantisipasi kelangkaan air saat memasuki musim kemarau di RW07 Kelurahan Ratu Jaya, membangun lima sumur resapan untuk mengamankan kebutuhan air warga sekitar, jika terjadi paceklik.

Ketua RW7, Sanusi menerangkan, pentingnya air dalam kebutuhan warga sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Saat ini, ada lima sumur resapan yang sudah terbangun di wilayah tersebut.

“Sekarang sudah sumur kelima adanya, di RT05, areanya di Masjid Al-Huda,” terang Sanusi kepada Radar Depok, Minggu (6/9).

Menurut Sanusi, air sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan warga. Meski tidak ada jejak rekam warga sekitar kekurangan air. Namun, pengurus RW setempat berinisiatif untuk memberikan kebutuhan air yang menjadi kebutuhan utama, baik dari segi lingkungan maupun kebutuhan warga.

“Ukuran sumur juga bervariasi, mulai dari sumur pertama sampai kelima, ada yang berdiameter 1,4 meter sampai 1,5 meter,” ungkapnya yang sekaligus Ketua Ecovillage Kelurahan Ratu Jaya.

Semua yang dilakukan soal sumur resapan, tak terlepas dari bantuan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH), yang memberikan cara serta ilmu kepada warga sekitar untuk membangun sumur resapan. Sehingga.warga sekitar melalui kepengurusan RW mengapresiasi lamgkah cepat DLHK Kota Depok untuk turut membantu menciptakan lima sumur resapan.

Tak hanya itu, warga setempat juga  mendirikan lebih dari 100 biopori untuk  tetap menjaga lingkungan, selain untuk daya serap air ketika hujan. Hal itu juga bermanfat untuk keberlangsungan tanaman yang di dirikan warga sekitar bersama dengan RT RW setempat.