jembatan panus harus dirawat
TEMPAT BERSEJARAH : Pengendara melintas di Jembatan Panus, Kecamatan Pancoranmas yang nerupakan bangunan bersejarah di Kota Depok, Kamis (10/09). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
jembatan panus harus dirawat
TEMPAT BERSEJARAH : Pengendara melintas di Jembatan Panus, Kecamatan Pancoranmas yang nerupakan bangunan bersejarah di Kota Depok, Kamis (10/09). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jembatan Panus sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 8 Desember 2019. Namun, jembatan yang merupakan struktur jembatan permanen pertama di Kota Depok, kini kurang indah dipandang. Tumpukan sampah di bagian bawah jembatan dan menggenang di atas permukaan sungai, cukup mengganggu pemandangan.

Dahulu, jembatan yang memiliki panjang 100 meter dan lebar sekitar lima meter ini berfungsi sebagai prasarana pendukung kebutuhan akses transportasi yang menghubungkan wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor.

Selain itu, jembatan yang menyeberangi sungai Ciliwung ini juga menjadi pendorong aktivitas ekonomi bagi masyarakat, pengukur debit air sungai yang mengalir dari hulu ke hilir serta menjadi contoh penting bagi sejarah perkembangan teknologi infrastuktur, khususnya konstruksi dan struktur jembatan abad ke-20 di Depok pada masa kolonial-Belanda.

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Ketua Depok Heritage Community, Ratu Fara Diba menuturkan bahwa struktur jembatan ini dirancang oleh Andre Laurens dan dibangun pada tahun 1917.

Sedangkan nama ‘Panus’ diambil dari nama Stephanus Jonathans atau Stephanus Leander yang menjadi juru rawat dan penjaga jembatan.

“Jika mengacu pada namanya, Laurens, Jonathans dan Laender itu merupakan nama-nama yang berasal dari 12 nama keluarga mardjikers pembentuk komunitas Belanda Depok,” ungkap Fara kepada Radar Depok, Kamis (10/09).

Fara menambahkan, untuk saat ini Jembatan Panus memang dikelola oleh Pemkot Depok. Sedangkan, untuk Stasiun Pengamat Tinggi Muka Air, dikelola oleh UP. Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, terkait sampah yang menumpuk di bawah jembatan Panus, Pemantau Ketinggian Sungai Ciliwung Kota Depok, Syarif mengaku, belum mengetahui sampah yang ada di bawah jembatan Panus akan dibersihkan. Ia berharap, sudah semestinya jembatan yang sudah masuk dalam cagar budaya tersebut, patut dijaga atau dirawat.