satpol pp razia pedagang mal
INGATKAN : Petugas Satpol PP Kota Depok saat memberikan teguran kepada pelaku usaha yang membandel di Kota Depok, Kamis (10/09). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
satpol pp razia pedagang mal
INGATKAN : Petugas Satpol PP Kota Depok saat memberikan teguran kepada pelaku usaha yang membandel di Kota Depok, Kamis (10/09). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengeluarkan Perwal No60 tahun 2020 terkait sanksi pelanggar yang tidak mematuhi aturan pembatasan aktivitas malam hari. Terkait aturan tersebut Satpol PP Kota Depok telah memberlakukan sanksi kepada pelanggar Perwal No.59 Tahun 2020 dan berpedoman pada Perwal No.60 tahun 2020.

Kasat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, penerapan sanksi denda berdasarkan Perwal No.60 Tahun 2020 sudah berlaku. Namun, pada patroli yang dilaksanakan Satpol PP Kota Depok, tidak menemukan suatu kepatuhan yang disengaja oleh pelaku usaha.

“Seperti masih ada miss understanding antara pengelola mal dengan tenant terkait jam pemberlakuan tutup, sehingga diberikan peneguran tertulis,” ujar Lienda Ratnanurdianny kepada Radar Depok, Kamis (10/09).

Lienda Ratnanurdianny menjelaskan, Satpol PP Kota Depok tidak serta merta memberikan sanksi kepada pelanggar, namun penentuan sanksi dilihat terlebih dahulu dari kesalahan yang diperbuat. Menurutnya, masih ada sejumlah pelaku usaha yang belum memahami pemberlakukan jam operasional.

Lienda Ratnanurdianny secara tegas mengungkapkan, tidak akan memberikan toleransi apabila pelanggar yang sudah mengetahui namun tetap tidak mengindahkan aturan, akan dikenakan sanksi denda. Hingga hari ini Satpol PP Kota Depok belum mendapatkan pelaku usaha yang dikenakan sanksi denda, apabila diberikan sanksi denda, denda tersebut akan dimasukkan kedalam kas daerah.

“Ketentuan tersebut tertuang pada Perwal No60 Tahun 2020,” tutup Lienda Ratnanurdianny,” tutup Lienda Ratnanurdianny. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya