ilustrasi harga vaksin korona
ILUSTRASI
ilustrasi harga vaksin korona
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Diprediksi vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan Indonesia rencananya akan diproduksi pada 2022 dengan harga Rp 75.000 atau US$ 5 per dosis (asumsi Rp 15.000/US$)

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan, di Indonesia membutuhkan untuk 176 juta orang atau sekitar sepertiga jumlah penduduk secara keseluruhan. Jika satu orang butuh dua dosis maka dibutuhkan 353 juta dosis vaksin merah putih.

“Perkiraan (LBM) Eijkman harga [vaksin] berkisar US$5 per dosis. Jika US$5 dengan 353 juta dosis vaksin maka biayanya Rp 26,5 triliun dengan asumsi ditanggung semua oleh pemerintah,” ujar Bambang Brodjonegoro dalam rapat kerja dengan Komis VII DPR RI, Selasa (8/9).

Saat ini pengembangan vaksin merah putih masih menunggu ekspresi protein rekombinan yang akan menjadi antigen di dalamnya.

“2-3 bulan ke depan akan uji pada hewan, baik kecil maupun lebih besar seperti monyet,” ujar Ketua LBM Eijkman Institute Amin Seobandrio.

Menurut Amin, apabila semua sesuai dengan jadwal, bibit vaksin akan disampaikan kepada PT Bio Farma Tbk pada Februari-Maret 2021.

Ia pun mengaku, sudah mengadakan pembahasan dengan PT Bio Farma Tbk untuk membuka jalan bagi perusahaan pelat merah itu masuk ke penelitian lebih awal.

“Sehingga bisa menghemat waktu sekitar 2-3 bulan dan uji klinik pun bisa dilakukan lebih awal,” kata Amin.