donasi kemanusiaan di jalan
DONASI : Tim Donasi Peduli Kemanusiaan turun ke jalan mencari dana untuk biaya pengobatan bayi yang sakit parah di Lampu merah dari Jalan Pitara Raya, Jalan Nusantara, Jalan Sawangan, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : YASMINE/RADAR DEPOK
donasi kemanusiaan di jalan
DONASI : Tim Donasi Peduli Kemanusiaan turun ke jalan mencari dana untuk biaya pengobatan bayi yang sakit parah di Lampu merah dari Jalan Pitara Raya, Jalan Nusantara, Jalan Sawangan, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : YASMINE/RADAR DEPOK

 

Tidak semua bayi terlahir dengan sehat dan di keluarga yang mampu. Diluar sana, masih banyak bayi yang mengalami kondisi yang memprihatinkan.  Penyakit  serius sudah mulai mengerogoti tubuh mungilnya. Ayah dan ibu tidak kuasa mencari ongkos pengobatan. Untuk kehidupan sehari-hari saja terkadang sulit terpenuhi. Mereka berharap ada uluran tangan yang membantu bayi-bayi sembuh dan dapat tumbuh hingga dewasa.

Laporan: Yasmine Qurrataayyun

RADARDEPOK.COM – Berawal dari sukarelawan dan solidaritas antar driver ojek online (ojol) di grup. Terbentuklah Tim Donasi Peduli Kemanusiaan. Mereka turun ke jalan untuk membantu bayi-bayi yang mengalami sakit parah atau kelainan sejak lahir. Orang tua mereka tak memiliki uang.

Ketua Umum Tim Donasi Peduli Kemanusiaan, Herman bercerita. Dahulu, didalam grup Whatsapp driver gojek, salah satu driver gojek meminta tolong untuk membantu anaknya yang menderita penyakit serius. Minimnya dana membuat dia dan dirinya tak kuasa menyembuhkan anaknya.

“Kami tergerak untuk membantu anaknya dan berusaha langsung mencek ke rumah driver ojol tersebut,” ucapnya.

Herman dan sesama driver ojol menemui orang tersebut. Sekaligus, melihat kondisi anaknya untuk memastikan apakah mereka benar-benar membutuhkan dana. Saat mendatangi rumahnya, bayi yang baru berumur beberapa bulan sudah dalam kondisi yang memprihatikan.

“Akhirnya, kami turun ke jalan untuk mengumpulkan uang untuk membiayai tagihan rumah sakit agar dia dapat sembuh,” ujarnya.

Sejak saat itu, banyak driver ojol yang meminta tolong bantuan untuk menyembuhkan penyakit anaknya. Mereka saling bahu-membahu membantu bayi-bayi yang sakit parah maupun kelainan sejak lahir. Mereka selalu mempastikan kebenaran dengan berkunjung ke rumah bayi tersebut maupun rumah sakit dia mendapatkan perawatan.