kotak suara diberesin
PERAKITAN KOTAK SUARA : Pekerja saat melakukan perakitan kotak suara pemilu di Gudang KPU Kota Depok di kawasan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
kotak suara diberesin
PERAKITAN KOTAK SUARA : Pekerja saat melakukan perakitan kotak suara pemilu di Gudang KPU Kota Depok di kawasan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Desakan menunda penyelenggaraan Pilkada 2020 terus mendera, seiring dengan kekhawatiran munculnya klaster Pilkada virus Korona (Covid-19). Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun mengusulkan agar pelaksanaan pilkada dilakukan dengan metode Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan kotak suara keliling. KPU menilai bahwa TPS dan kotak suara keliling dapat menjadi alternatif.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna menuturkan, usulan tersebut hingga kini masih menjadi pembahasan di pusat.

“Kami ini pelaksana di daerah, apapun yang menjadi kebijakan pimpinan kami, kami akan patuh dan taat. Itu memang masih pembahasan di pusat, kalau sudah ada ketentuan dan peraturan tentu kami juga akan lakukan sosialisasi,” ucap Nana kepada Radar Depok, Minggu (20/09).

Menurutnya, kebijakan seperti itu baik jika diterapkan di masa pandemi seperti saat ini, karena dalam pelaksanaannya perlu melihat situasi dan kondisi yang ada.

“Saya pikir, dilaksanakan seperti itu baik dan yang terjadi di masyarakat, sudah ada yang berinisiasi untuk menjemput bola,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia juga berharap tentu jika ini benar diberlakukan, dapat menjadi salah satu bagian dari upaya yang mungkin bisa mengajak masyarakat untuk menyuarakan hak pilihnya.

“Mudah-mudahan demikian, itu dapat menjadi trobosan baru untuk menurunkan angka golput khususnya di Kota Depok ini,” ujarnya.

Dia juga mengajak, untuk terus mengikuti dan mengawasi seluruh tahapan Pilkada secara baik, terutama untuk masyarakat hingga nanti 9 Desember mendatang.