UI Kirim Dua Mahasiswa di Pilmapres

In Pendidikan
mahsiswa UI di pilmapres
Dizza Aliftsa Agus dan Jean Nursyahbani Ninkeula.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dizza Aliftsa Agus dan Jean Nursyahbani Ninkeula. Dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI), mengajukan gagasan kreatif sebagai persyaratan dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional (Pilmapres) Tahun 2020.

Dizza, mahasiswa program studi Hubungan Internasional Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI), Mahasiswa Berprestasi Utama UI jenjang sarjana, mengajukan sebuah gagasan bertajuk INDI-SDG: Inventarisasi Digital Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional. Jean, mahasiswa program studi Administrasi Perkantoran Program Vokasi, selaku Mahasiswa Berprestasi Utama jenjang diploma, menyampaikan ide tentang SI AKSI: Solusi Sederhana dalam Mengatasi Bencana Banjir. Dizza dan Jean adalah dua diantara 646 mahasiswa asal perguruan tinggi se-Indonesia yang berhak melaju ke ajang Pilmapres 2020.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya genetik yang sangat berlimpah. Ribuan spesies tanaman, baik itu tanaman pangan, tanaman obat, banyak sekali yang bisa kita eksplorasi. Lebih lanjut, bahasa, tarian, senjata, dan ragam budaya Indonesia juga sangat kaya,” ujar Dizza mengawali gagasannya.

Untuk menjaga dan mengembangkannya, Dizza mengajukan gagasan platform inventarisasi digital bagi kekayaan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional di Indonesia. Melalui idenya tersebut, Dizza berharap, agar kekayaan Indonesia ini mendapatkan perlindungan. Dan tercatat secara digital sehingga menghindari pemanfaatan tidak sah dan pematenan oleh pihak asing.

Dizza memaparkan, untuk mengatasi masalah tersebut, kekayaan harus dicatat dan disediakan pada domain publik. Seperti melalui crowdsourcing pada suatu platform inventarisasi. Platform yang digagas ini juga mampu merealisasikan potensi ekonomi. Serta memberdayakan masyarakat adat sebagai kustodian dari kekayaan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional.

“Sesuai dengan pilar-pilar pada Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Protokol Nagoya, dua perjanjian internasional yang mengatur pemanfaatan dan perlindungan kekayaan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional,” jelasnya kepada Radar Depok, Rabu (2/9).

1 of 3

You may also read!

kecelakaan jalan kartini

Bruukk..! Pesepeda Motor Mendadak Jatuh di Jalan Kartini

NGANTUK : Kecelakaan Motor di depan Ruko Kartini Jalan Kartini Raya, Kecamatan Pancoranmas. Minggu (18/10).

Read More...
katar PGS disinfektan

Dua Pekan Sekali, Katar PGS Semprot Disinfektan

GIAT : Karang Taruna (Katar) Pasir Gunung Selatan (PGS) menyemprot disinfektan di lingkungan RW 1,

Read More...

Lurah Jatijajar Bantah Karena Politik Ketua RW2 Terpilih Tidak Dikukuhkan

Lurah Jatijajar, Sugino.   RADARDEPOK.COM, JATIJAJAR - Terkait dugaan adanya keterkaitan penolakan pengukuhan RW 2 Jatijajar dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu