yayasan taman pintar 1
BELAJAR : Murid Yayasan Taman Pintar PMMD sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diadakan di sana. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
yayasan taman pintar 1
BELAJAR : Murid Yayasan Taman Pintar PMMD sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diadakan di sana. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

Sekelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Muda-Mudi Depok (PMMD), punya gebrakan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Depok. Caranya dengan mendirikan sebuah yayasan belajar mengajar yang dinamakan Taman Pintar PMMD.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Di sebuah gedung dua lantai berkelir warna-warni di kawasan RT5/4 Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan Kota Depok. Terlihat belasan anak-anak berusia 10 tahun ke bawah, sedang serius dalam melakukan kegiatan belajar.

Anak-anak tampak sangat antusias belajar di Taman Pintar PMMD. Sesekali beberapa dari mereka terlihat tertawa riang, sambil mendengarkan cerita yang diberikan tenaga pengajar di sana. Tak lama, dari sebuah ruangan yang ada di gedung itu, muncul sesosok pria muda menggunakan baju batik dan peci hitam di kepalanya. Ya, dia adalah Muhamad Kahfie, Ketua Yayasan Taman Pintar PMMD.

Dengan ramah dia mengajak untuk bersantai di ruang kerjanya sambil menikmati secangkir kopi hitam. Ketika ditanya mengenai sejarah Taman Pintar PMMD ini, Kahfie dengan lugas menceritakan sejarah pendiriannya.

Dia mengatakan, kehadiran taman pintar ini berawal dari keperihatinan dia dan teman-temannya, yang tergabung di PMMD akan mandeknya peningkatan mutu pendidikan. Realitas sosial yang berkembang di masyarakat berjalan tidak sebanding, dengan yang diharapkan Pemerintah.

“Data menunjukkan, tingkat pengangguran semakin lama semakin meningkat, kriminalitas semakin merajalela, dan angka anak putus sekolah semakin tinggi,” bebernya.

Hal ini merupakan hambatan terhadap upaya perbaikan yang sedang digalakkan. Keterlibatan semua komponen masyarakat diharapkan dapat mengakselerasi upaya-upaya perbaikan tersebut. “Sehingga terjadi keselarasan antara kebijakan pemerintah dengan kondisi sosial kemasyarakatan,” katanya sembari menjelaskan sejarah taman pintar.