kenaikan tingkat ayodya pala
UJIAN: Para peserta ujian kenaikan tingkat Sanggar Ayodya Pala, yang berlangsung di Gedung Bekraf, Pancoranmas. FOTO : ISTIMEWA
kenaikan tingkat ayodya pala
UJIAN : Para peserta ujian kenaikan tingkat Sanggar Ayodya Pala, yang berlangsung di Gedung Bekraf, Pancoranmas. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, salah satunya saat ujian kenaikan tingkat Sanggar Ayodya Pala Kota Depok. Tak seperti biasanya, ujian kenaikan tingkat ini rutin digelar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Indonesia. Kini, harus diselenggarakan di beberapa tempat, karena Covid-19.

Ketua Umum Sanggar Ayodya Pala, Budi Agustinah menyebutkan, baru kali ini ujian kenaikan tingkat digelar di tempat berbeda-beda.

“Biasanya kita sewa tempat di Gedung FIB UI, dengan jumlah penonton yang banyak. Tapi, kondisi sekarang ini kita hanya bisa menggunakan Gedung Bekraf, dan tidak ada penonton,” ucap Etin—sapaan Budi Agustinah—kepada Radar Depok, Minggu (04/10).

Dirinya menjelaskan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini ujian kenaikan tingkat tidak hanya dilaksanakan secara luar jaringan (luring), namun juga secara dalam jaringan (daring). Bagi para peserta ujian yang tidak memungkinkan keluar rumah di masa pandemi, mereka dapat mengirimkan video tariannya saja untuk ujian.

Hal tersebut dimaklumi oleh pihak Sanggar Ayodya Pala. Apalagi di daerah rumah peserta ujian yang memang masih zona merah atau hitam.

Ujian kenaikan tingkat tahun ini digelar selama delapan kali di beberapa tempat. Di antaranya di Ruko D’mal, Gedung Bekraf, GDC, Cibinong, dan beberapa tempat lainnya.