buruh depok demo
PANTAU AKSI : Petugas Disnaker Kota Depok sedang memantau jalanya aksi mogok kerja buruh di Depok. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
buruh depok demo
PANTAU AKSI : Petugas Disnaker Kota Depok sedang memantau jalanya aksi mogok kerja buruh di Depok. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Buruh di Kota Depok punya cara sendiri dalam menolak Undang-undang (UU) Cipta Lapangan Kerja. Selasa (6/10), 10.000 buruh menggelar aksi di depan pabriknya. Aksi protes tersebut akan berlangsung selama tiga hari.

Pantauan Radar Depok, puluhan buruh PT Arista yang bergerak di bidang Alat Kesehatan (Alkes), melakukan mogok kerja, akibat menolak tegas UU Cipta Lapangan Kerja yang baru saja disahkan DPR RI. Mereka menilai undang-undang tersebut sangat merugikan buruh terutama yang berstatus kontrak.

“Semua buruh hari ini melakukan hal yang sama, bahwa intinya kami menolak omnibus law. Karena kami menilai bahwa ini disahkan tanpa memikirkan nasib kami sebagai buruh,” ucap Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK), Dedi Periadi kepada Harian Radar Depok, Selasa (06/10).

Menurutnya, ini jelas bukanlah kepentingan rakyat, ini hanya menguntungkan bagi segelintir kalangan yang memilik kepentingan saja. Didalam UU ini buruh jadi dirugikan, perusahaan bisa dengan fleksibel mengeluarkan dan memasukan karyawan baru. “Kami sebagai kami merasa dirugikan karena tidak ada kepastian hidup yang layak,” tuturnya.

Mereka pun berharap, pemerintah dapat merevisi UU Cipta Lapangan Kerja tersebut, agar kedepannya nasib buruh semakin baik.

“Kami berharap, kedepannya pemerintah lebih memperhatikan nasib buruh agar mendapatkan kehidupan yang layak,” tegasnya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno mengatakan, buruh di Kota Depok akan melakukan unjuk rasa di depan pabrik tempatnya bekerja, usai disahkannya UU Cipta Kerja. Buruh menolak beberapa kebijakan yang dihilangkan dari hak para buruh.

“Karena pesangon degradasi kemudian cuti haid dihilangkan terus kontrak kerja seumur hidup bisa outsourcing seumur hidup,” ujar Wido Pratikno, Selasa (06/10).