SMKN 2 PPKS lanjutan
SEKOLAH IMBAS : Ketua Panitia Kegiatan, Umi Fadillah sedang memberikan sambutan dalam kegiatan pemaparan program Pusat Pengembagan  Karir Siswa (PPKS) Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK tahun 2020 di SMKN 2 Depok yang diadakan pada 26 – 27 Oktober 2020. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
SMKN 2 PPKS lanjutan
SEKOLAH IMBAS : Ketua Panitia Kegiatan, Umi Fadillah sedang memberikan sambutan dalam kegiatan pemaparan program Pusat Pengembagan  Karir Siswa (PPKS) Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK tahun 2020 di SMKN 2 Depok yang diadakan pada 26 – 27 Oktober 2020. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – 25 SMK negeri dan swasta di Kota Depok menjadi sekolah imbas dalam program Pusat Pengembagan  Karir Siswa (PPKS) Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK tahun 2020 di SMKN 2 Depok yang berlangsung pada 26 – 27 Oktober 2020.

Ketua Panitia Kegiatan, Umi Fadillah mengadakan, ini adalah kelanjutan dari program tersebut, dimana sebelumnya sudah mengundang 10 SMK di Kota Depok untuk menyusun agenda kegiatan program. Lalu, pada Senin (26/10), sekolah imbas diajak untuk bisa menjalankan program tersebut di sekolah masing-masing.

“25 SMK yang ikut dalam kegiatan ini mereka jalani dengan luar jaringan (luring), sedangkan ada beberapa SMK lainnya yang ikut serta tetapi melalui dalam jaringan (daring). Mereka sebagai sekolah imbas,” ucapnya kepada Radar Depok.

Umi menuturkan, tujuan PPKS yakni melakukan pembimbingan karir peserta didik sesuai tuntutan dunia kerja dan penyelenggaraan dan penguatan Bursa Kerja Khusus. Tidak hanya itu, tetapi juga menjembatani kerja sama antara sekolah dan dunia kerja. Bahkan, memberikan layanan informasi lowongan kerja.

“PKKS juga menyusun proyeksi kebutuhan tenaga kerja lulusan yang meliputi tingkat kompetensi, jenis, jumlah, lokasi dan waktu. Bisa juga mengadakan layanan konsultasi bagi peserta didik yang masih dan/atau lulusan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga kerja (Disnaker) Kota Depok, Manto menuturkan, BKK bisa menjadi tempat untuk saling memberikaninformasi antar SMK tentang kebutuhan dunia kerja. Jadi, BKK melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri, usaha dan kerja (Iduka). Lalu menyebarkannya ke SMK dan bersama-sama menyiapkan tenaga kerja yang memang dibutuhkan.