akun provokatif depok
PERLIHATKAN : Kasat Reskrim Polrestro Depok, Kompol Wadi Sabani memperlihatkan sejumlah akun medsos yang mendorong siswa mengikuti demo, Jumat (09/10). FOTO : ISTIMEWA
akun provokatif depok
PERLIHATKAN : Kasat Reskrim Polrestro Depok, Kompol Wadi Sabani memperlihatkan sejumlah akun medsos yang mendorong siswa mengikuti demo, Jumat (09/10). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Salah satu akun media sosial (Medsos) siswa yang diamankan Polres Metro Depok kedapatan ada pesan ajakan membakar kantor polisi, Jumat (09/10).

Kasatreskrim Polrestro Depok, Kompol Wadi Sabani mengatakan, total siswa yang diamankan Polres Metro Depok mencapai 168 siswa, baik yang berstatus pelajar maupun bukan pelajar atau telah dikeluarkan dari pihak sekolah. Polrestro Depok menyita gadget milik siswa dan ditemukan sejumlah akun yang mengajak siswa untuk melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law.

“Terdapat 14 akun yang kami periksa dan berisikan konten provokatif,” ujar Wadi Sabani kepada Radar Depok.

Salah satu akun yang dimiliki siswa tersebut berisikan ajakan melakukan perusakan dan penyerangan kantor polisi. Selain itu terdapat sejumlah akun lain yang diperiksa mulai dari Instagram, Facebook, Twitter, maupun Whatsaap grup.

Wadi Sabani mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dan meminta Cyber Polda Metro Jaya melakukan takedown. Polres Metro Depok akan terus melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun, guna meminimalisir konten provokatif yang tersebar di sosmed.

Wadi Sabani menambahkan, Kota Depok menjadi salah satu daerah yang menyumbang massa melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law di Jakarta, salah satunya siswa sekolah melalui medsos.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait akun siswa tersebut,” tutup Wadi Sabani. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya