barinas depok
Ketua Barisan Independen Nasional (Barinas) Kota Depok, Ning Woro Supeni.
barinas depok
Ketua Barisan Independen Nasional (Barinas) Kota Depok, Ning Woro Supeni.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Voter turnout di Pilkada Depok 2015 sangat tinggi, mencapai 46 persen lebih dari 500 ribu pemilih, lebih tinggi dari suara pemenangnya, 411 ribu suara. Hal itu disampaikan Ketua Barisan Independen Nasional (Barinas) Kota Depok, Ning Woro Supeni.

Ning Woro menilai, belajar dari tingkat Golongan Putih (Golput) yang tinggi di Pemilu atau Pilkada, ada dua aspek berhubungan dengan Golput. Pertama, secara teknis tersedianya fasilitas TPS dengan jumlah yang memadai, akurasi DPT, administrasi seperti KTP untuk pencoblosan, pindah TPS dipermudah, dan hari libur saat pencoblosan.

“Aspek pertama ini sangat erat dengan tugas KPU untuk mengurangi jumlah Golput,” ungkap Ning Woro kepada Radar Depok.

Kedua, secara ideologis. Parpol belum maksimal merebut simpati rakyat. Seharusnya parpol peserta Pemilu sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas peningkatan angka Golput tersebut.

“Parpol yang selalu klaim organisasi yang menjadi jembatan perwakilan rakyat belum bisa melebur, dan mendorong rakyat datang ke TPS untuk memilih calon yang diusung partai,” tutur Ning Woro.

Ia mengatakan, sayangnya sistem rekrutmen calon pejabat publik lewat mesin-mesin partai tidak selalu menjamin hasil calon yang baik. Bahkan sistem politik yang oligarkis dan tertutup, bisa terjebak dalam politik identitas.

“Politik yang menggunakan simbol agama guna meraih dukungan yang nota benenya kurang pas dengan masyarakat yang heterogen, utamakan kebinekaan,” terangnya.

Selain itu lanjut Ning Woro, ironisnya isu Golput yang muncul setiap menjelang Pemilu atau Pilkada, antisipasinya sangat terlambat. Parpol dan KPU belum tampak upaya sistimatis yang berkesinambungan, untuk mencegah Golput jauh hari sebelum pilkada dilaksanakan.