Baru 16 Korban Korona Ajukan Santunan di Depok

In Utama
ilustrasi pemakaman pasien korona
PEMAKAMAN : Sejumlah petugas tengah memakamkan jenazah covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tirtajaya, Depok. Selain tetap menjaga kebersihan, mereka juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. FOTO : ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Keluarga korban meninggal akibat Virus Korona atau Covid-19 di Kota Depok, sepertinya belum banyak yang tahu ada santunan kematian. Musababnya, dari 182 korban per Kamis 22 Oktober, baru 16 keluarga korban yang mengajukan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok, Tri Rejeki Handayani menuturkan, keluarga dari pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp15 juta, dari Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI). Bantuan tersebut sesuai dengan surat edaran Kemensos nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020 tentang penanganan perlindungan sosial bagi korban meninggal dunia akibatCovid-19.

Namun, kata dia, di Kota Depok sampai dengan Jumat 23 Oktober 2020 baru 16 keluarga korban meninggal akibat Covid-19, yang mengajukan santunan kematian. Padahal, sudah ada 182 orang yang meninggal di Depok akibat Covid-19.

“Sejauh ini sudah ada 16 berkas yang kami terima. Berkas ini akan kami ajukan ke Provinsi Jawa Barat. Setelah dari provinsi berkas tersebut akan diajukan ke Kemensos RI,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Jumat (23/10).

Terkait dengan pencairan dana santunan meninggal akibat Covid-19. Kiki -sapaan Tri Rejeki Handayani- tidak dapat memastikan akan cair atau tidak. Karena wewenang untuk mengontrol dana santunan ada di pusat.

“Kami tidak bisa memonitor, karena kami dari pihak Dinsos hanya fasilitator saja,” tambahnya.

Dia mengatakan, minimnya pengajuan santunan korban meninggal akibat Covid-19 mungkin, karena banyak warga yang kurang tahu informasi tersebut. Padahal, dari pihak Dinsos Depok sudah menyosialisasikan hal tersebut ke kelurahan-kelurahan yang ada di Depok. Selain itu, warga juga dapat melihat syarat apa yang harus dipenuhi melalui web Kemensos.

“Sebenarnya kami dari pihak Dinsos sendiri sudah melakukan sosialisasi. Namun mungkin masyarakat masih banyak yang belum tahu,” ujarnya.

1 of 2

You may also read!

afifah alia kerudung hijau

Afifah : Pembangunan Butuh Sentuhan Perempuan

Calon Wakil Walikota Depok nomor urut 1, Afifah Alia   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mencetak sejarah baru dengan

Read More...
ilustrasi harga vaksin korona

Pancoranmas Penyumbang Terbanyak Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Ada kabar baik soal Virus Korona (Covid-19). Jumat (23/10), jumlah pasien sembuh

Read More...
penghargaan RW di depok

RW Depok Raih Penghargaan Proklim Tingkat Nasional

HARUMKAN DEPOK : Ketua RW01 Ratujaya Jaelani (kiri atas) saat mengikuti Festival Iklim 2020, yang

Read More...

Mobile Sliding Menu