Jumat, Februari 26, 2021
Beranda Metropolis Berikut Daftar BB yang Dimusnahkan Kejari Depok

Berikut Daftar BB yang Dimusnahkan Kejari Depok

0
Berikut Daftar BB yang Dimusnahkan Kejari Depok
MUSNAHKAN : Jajaran Muspika saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika, senjata tajam serta senjata api, di halaman Kantor Kejari Kota Depok, Kawasan GDC, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

pemusanahan barang bukti kejari
MUSNAHKAN : Jajaran Muspika saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika, senjata tajam serta senjata api, di halaman Kantor Kejari Kota Depok, Kawasan GDC, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok memusnahkan Barang Bukti (BB) dari hasil tindak kriminal dan Narkotika dari 347 perkara selama satu tahun.

Berikut BB yang dimusnahkan, Narkotika Golongan 1 jenis Ganja sebanyak 7.492,5751 gram atau sekitar 7,5 kilogram, lalu jenis 1 yang juga masuk dalam Narkotika Golongan 1 sebanyak 985,9153 gram atau nyaris satu kilogram. Obat Terlarang, 60 butir merk tramadol dan  83 butir pil ekstasi. Serta dua senjata air sofgun bersama senjata tajam, sebanyak 11 buah clurit, 3 buah golok, 1 buah parang dan 1 buah gergaji.

Narkotika jenis obat terlarang dan ganja, dimusnahkan dengan cara di bakar dalam empat tong besar. Narkotika jenis sabu dihancurkan dengan cara di blender. Sedangkan senjata air sofgun dan senjata tajam, dimusnahkan dengan cara di potong gunakan gerinda.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sri Kuncoro mengungkapkan bahwa pemusnahan yang berasal dari ratusan perkara ini telah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap tahun. Semua BB dari perkara yang sudah di putus untuk dirampas dan dimusnahkan,” ungkapnya.

Sri menambahkan, jika tidak segera dimusnahkan dan dihancurkan, dikhawatirkan barang-barang itu akan beredar kembali melalui oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Barang-barang ini sudah tidak memiliki nilai ekonomis dan dikhawatirkan bila beredar lagi di masyarakat, akan membahayakan,” tandas Sri. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editot : Pebri Mulya