terbaru tawuran di depok
AMANKAN : Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah merilis pelaku tawuran di Polsek Pancoranmas, Senin (05/10). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
terbaru tawuran di depok
AMANKAN : Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah merilis pelaku tawuran di Polsek Pancoranmas, Senin (05/10). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – FZ (16) salah satu eksekutor tawuran yang menyababkan MA (16) tewas pada Kamis (01/10), sempat melarikan diri ke wilayah Jawa Tengah. Hal itu diceritakan FZ saat rilis pengungkapan kasus tawuran yang terjadi di Jalan Mangga, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas.

FZ mengatakan, ada rasa penyesalan dan bersalah usai melukai korban hingga meninggal dunia. FZ masih ingat betul awal terjadi tawuran, FZ melihat korban memegang senjata tajam (sajam) yang akan menyerang dia dan rekannya. Melihat akan diserang, FZ langsung menghunuskan sajam ke anggota tubuh korban.

”Refleks langsung nyerang korban, karena saya akan diserang menggunakan sajam,” ujar FZ kepada Radar Depok, Senin (05/10).

Setelah menyerang korban, FZ berusaha melarikan diri bersama temannya. Mendapatkan kabar korban meninggal dunia, FZ merasa ketakutan dan bersalah, sehingga memutuskan untuk melarikan diri. Bahkan dirinya mengaku kesulitan tidur, karena selalu kepikiran akan korban yang meninggal dunia.

Sebelum bersembunyi di Karanganyar, Jawa Tengah, FZ sempat tinggal di Bekasi. MZ mengakui bersembunyi di Karangnyar merupakan rumah temannya. Disanalah MZ sempat ingin menyerahkan diri ke pihak polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sampai disana ingin menyerahkan diri, tapi sudah keburu polisi datang,” terang FZ.

Sementara itu, salah satu pelaku lainnya, yakni BD (14)mengaku ikut terlibat tawuran karena ajakan temannya

“Diajak ikut tawuran, namanya diajak saya ikut dengan teman saya,” ujar BD sambil menunduk.

Dirinya mengakui akibat pernah tawuran sebelum peristiwa tawuran di Jalan Mangga, BD dikeluarkan dari sekolah. BD mengakui saat tawuran di Jalan Mangga membawa senjata tajam yang didapatkan dari temannya. BD mengaku kelompok korban melakukan penyerangan terlebih dahulu sehingga BD memberikan perlawanan.

“Kelompok lawan duluan yang menyerang, baru saya menyerang juga,” tutup BD. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya