cinere limo minim kampanye
TATAR : Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan didampingi Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok mengisi materi dalam Rapat Kerja Teknis Pengawasan Pilkada Depok 2020, di Hotel Santika, Jalan Raya Margonda, Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA
cinere limo minim kampanye
TATAR : Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdullah Dahlan didampingi Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok mengisi materi dalam Rapat Kerja Teknis Pengawasan Pilkada Depok 2020, di Hotel Santika, Jalan Raya Margonda, Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tahapan kampanye Pilkada Depok 2020 sudah mulai berlangsung sejak 26 September. Bawaslu Kota Depok sendiri mencatat hingga 4 Oktober kemarin, sudah ada 194 kegiatan, di mana Pancoran Mas menjadi kecamatan dengan frekuensi tertinggi kegiatan kampanye. Sementara, di Cinere dan Limo terendah.

Seperti yang disampaikan, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga (Hubal) Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana, sejak hari pertama kampanye, pihaknya melakukan pengawasan terhadap seluruh giat kampanye pasangan calon (Paslon).

“Jajaran Pengawas pemilihan melakukan pengawasan langsung, analisis dokumen dan investigasi dengan terlebih dahulu melakukan segala bentuk pencegahan dan sosialisasi terhadap hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan tahapan kampanye kepada Paslon,” tutur Dede dari keterangan tertulis yang diterima Radar Depok, Selasa (06/10).

Fokus pengawasan tahapan kampanye adalah memastikan kepatuhan peserta pemilihan tidak melakukan hal yang dilarang dalam pelaksanaan kampanye sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan giat kampanye berjalan dengan mematuhi standar protokol Covid-19.

“Pemetaan kerawanan pada tahapan kampanye merupakan bagian tak terpisahkan dalam perencanaan pengawasan kampanye,” katanya.

Berdasarkan Hasil Pengawasan Kampanye periode 26 September hingga 4 Oktober, terdapat 194 Kegiatan Kampanye yang tersebar di seluruh Kecamatan se-Kota Depok. Secara kuantitatif Kecamatan Pancoran Mas menjadi Kecamatan dengan frekuensi terbanyak terselenggaranya kegiatan Kampanye pada pekan pertama tahapan dengan 46 kegiatan.

“Sedangkan Kecamatan Cinere dan Limo masuk dalam kategori yang paling sedikit terselenggaranya kegiatan Kampanye hanya 5 dan 6 kegiatan,” tutur Dede.

Kemudian, dari 194 kegiatan kampanye, metode pertemuan tatap muka dan dialog mendominasi, yakni 82 persen metode kampanye dalam kategori pertemuan yang digunakan peserta pemilihan. Sedangkan, pertemuan terbatas 17 persen dan kegiatan kampanya pertemuan dalam jaringan (Daring) 1 persen.