Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Jorghi
Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Jorghi.
Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Jorghi
Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Jorghi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Di masa pandemi Covid-19 ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok tetap membuka pelayanan pembuatan kartu pencari kerja atau biasa disebut kartu kuning. Namun, berbeda dari tahun sebelumnya. Pendaftaran hanya dilakukan melalui offline dan online.

Pendaftaran online dilakukan untuk mengurangi banyaknya orang yang datang secara langsung ke kantor Disnaker.

Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Djorgi mengatakan, saat ini masih banyak warga yang membuat kartu kuning. Meski tidak sebanyak tahun sebelumnya.

“Pemohon kartu kuning masih ada, tapi tidak sebanyak tahun lalu,” terang Manto kepada Radar Depok, Selasa (06/10).

Manto menilai, di masa pandemi covid-19 banyak yang kehilangan pekerjaan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau lainnya. Di sisi lain lowongan pekerjaan juga tidak banyak. Maka itu, banyak para pencari kerja membuat kartu kuning, agar bisa mendapatkan pekerjaan.

“Kartu ini kan biasanya berfungsi sebagai salah satu persyaratan ketika melamar kerja,” ucapnya.

Kartu tersebut tidak hanya dapat digunakan saat melamar kerja di dinas pemerintahan. Namun, kartu kuning juga dapat digunakan untuk melamar kerja di perusahaan-perusahaan swasta.

Berdasarkan data Disnaker Kota Depok, pemohon kartu kuning mencapai 1.437 orang, terhitung sejak awal pandemi covid-19. Dan diperkirakan pemohon mencapai 30 orang per harinya.

“Sejak awal Covid-19 hadir, April sampai dengan hari ini sudah ada 1.437 orang pemohon kartu kuning. 626 laki-laki dan 811 perempuan,” pungkas Manto. (rd/cr3)

 

Jurnalis : Putri Diza

Editor : Pebri Mulya