kedai pinggiran ciliwung
BUKA: Ranggi Haqi Anazili, Barista Kedai Sungai Ciliwung Kota Depok. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK
kedai pinggiran ciliwung
BUKA : Ranggi Haqi Anazili, Barista Kedai Sungai Ciliwung Kota Depok. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sungai Ciliwung yang identik dengan sampah dan banjir, ternyata tidak seburuk capnya di masyarakat. Dimulai dari stigma masyarakat tentang Sungai Ciliwung, akhirnya beberapa orang mendirikan Komunitas Ciliwung Depok atau yang biasa disebut KCD.

Lintang Diraga Satrya, salah satu anggota KCD mengatakan, KCD sendiri berisi orang-orang dari berbagai usia dan kalangan. Namun biasanya banyak dari orang-orang lingkungan sekitar Sungai Ciliwung Depok, mahasiwa pecinta alam, dan masih banyak lainnya.

Dirinya sendiri telah mengenal dan masuk ke dalam KCD sejak 2011. “Mulai dari saya SMP sudah ikut di KCD. Dulu belum begini tempatnya,” tuturnya kepada Radar Depok, Rabu (07/10).

Lintang mengatakan, sebenarnya banyak agenda yang dilaksanakan KCD. Namun, di masa Pandemi Covid-19 tidak semuanya berjalan. Hanya saja hari-hari besar perayaan seperti HUT RI, Hari Lingkungan Hidup, Hari Bumi, dan hari besar lainnya masih dilaksanakan oleh beberapa anggota.

“Sebenarnya banyak agenda. Misalnya sebelum ada Covid-19 pasti kita rutin setiap minggu bebenah Ciliwung. Terus juga per dua atau tiga bulan sekali ada yang namanya susur sungai, kita jalan dipinggir sungai bersihin pinggir-pinggir sungai, sama ada juga pemetaan itu sejenis susur sungai tapi pake perahu,” ujar Ompong, sapaannya.

Selanjutnya, Februari 2020 didirikan Kedai Suwung yang dikelola oleh anggota KCD yang salah satunya bernama Ranggi Haqi Anazili. Bicara soal dana Kedai Suwung, ada dari salah satu pendiri yang rumahnya berlokasi tidak jauh dari Sungai Ciliwung. Dirinya hanya mengelola saja.

Di Kedai Suwung terdapat menu cofee ekspreso, americano, kopi susu suwung, kopi tubruk, es matcha, es coklat, coffee beer, dan masih banyak lainnya. Harga yang dibandrol juga sesuai dengan kantong mahasiswa atau pelajar, mulai dari Rp.10 ribu.

Dirinya menyatakan senang dapat mengelola dan menjadi barista di Kedai Suwung. Menurutnya, pendapatan per hari yang didapat dari Kedai Suwung bukanlah menjadi tujuan utama.