Beranda Satelit Depok Fatayat NU Peduli Stunting

Fatayat NU Peduli Stunting

0
Fatayat NU Peduli Stunting
SOSIALISASI : Fatayat NU Kota Depok saat penyuluhan ‘Optimalisasi Program Bangga Kencana Dalam Upaya Pencegahan Anak Stunting di Masa Pandemi’, di Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas. Jumat (16/10). FOTO : ANGGA/RADAR DEPOK
fatayat NU stunting
SOSIALISASI : Fatayat NU Kota Depok saat penyuluhan ‘Optimalisasi Program Bangga Kencana Dalam Upaya Pencegahan Anak Stunting di Masa Pandemi’, di Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas. Jumat (16/10). FOTO : ANGGA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, RANGKAPANJAYA – Kota Depok belum lepas dari ancaman stunting. Ini kondisi gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ketua Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Depok, Yuminah menjelaskan, anak stunting memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Permasalahan stunting, beber dia, terjadi mulai dari dalam kandungan, dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. Untuk itu, PC  Fatayat NU siap berperan dalam pencegahan stunting menciptakan generasi yang berkualitas dengan menerapkan pola gizi yang baik.

“Pengurus Fatayat NU Depok yang sebagian besar  dalam usia produktif ikut berperan aktif dalam mencegah anak stunting dan menciptakan generasi gemilang,” paparnya disela penyuluhan ‘Optimalisasi Program Bangga Kencana Dalam Upaya Pencegahan Anak Stunting di Masa Pandemi’, di Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas. Jumat (16/10)

Ahli Gizi  dari  UPTD Puskesmas Sawangan, Inda Rozalina menuturkan stunting telah menjadi masalah yang cukup serius dalam proses tumbuh kembang anak. Di beberapa kota di Indonesia, khususnya Depok saat ini sedang disosialisasikan stunting.

“Pada 2019 untuk kKelurahan Pengasinan angka stuntingnya 12,46 persen sedangkan untuk Kecamatan Sawangan yang menjadi locus stunting tahun 2020 adalah kelurahan, Bedahan, dan Pasir Putih. Untuk angka stunting terendah Kecamatan sukmajaya 5,1 persen,” pungkasnya. (rd/cr4)

 

Jurnalis : Angga

Editor : Pebri Mulya