Guru Besar FTUI Kenalkan Biopestisida di Sembalun

In Pendidikan
guru besar FTUI kenalkan
MENGENALKAN : Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof Misri Gozan, dan tim terjun saat mengenalkan Gogo Z Bio-01 kepada petani di Lombok Timur. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Prof. Dr.-Ing. Misri Gozan, M.Tech. IPU beserta tim terjun langsung mengenalkan hasil risetnya berupa Biopestisida berbasis tembakau, Gogo Z Bio-01, kepada masyarakat petani di Desa Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat (pengmas) yang dilaksanakan oleh Prof. Misri dan tim sebagai upaya menangani permasalahan pertanian di Desa Sembalun, khususnya Dusun Dasan, yang mengalami penurunan hasil panen selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah kegiatan yang dilakukan adalah uji coba lapangan, pelatihan dan focus group discussion (FGD) tentang Implementasi produk biopestisida tembakau di desa Sembalun, yang puncak kegiatannya dilaksanakan pada 16 Oktober 2020.

Program pelatihan dan FGD mengusung tema utama Pemanfaatan Biopestisida Produk Riset UI untuk Tanaman Palawija di Sembalun Lombok Timur. Melalui pelatihan ini diharapkan hasil riset UI berupa biopestisida tembakau tersebut dapat diaplikasikan langsung oleh para petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas.

Sebelumnya, pada Juli 2020, Prof. Misri dan tim telah melakukan uji coba lapangan Gogo Z Bio-01 di Desa Sembalun, Lombok Timur. Uji coba tersebut dilakukan dengan memberikan Gogo Z Bio-01 kepada petani secara cuma-cuma. Selain itu, Tim Pengmas FTUI juga menyediakan tenaga pendamping untuk memastikan bahwa penggunaan biopestisida sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.

“Program pengmas yang kami tawarkan ini disambut hangat oleh Kepala Dusun dan para petani di Desa Sembalun, Lombok Timur. Hasil yang diperoleh pada program di Desa Sembalun kali ini menunjukkan hasil yang positif pada tanaman bawang putih, bawang merah, dan tomat,” ungkap Prof Misri.

Walaupun diserang oleh hama ulat yang cukup ganas, tetapi tanaman yang disemprotkan biopestisida ternyata lebih resisten terhadap hama. Selain itu, tanaman tersebut juga menghasilkan buah yang lebih banyak dengan kualitas yang lebih tinggi dibandingkan tanaman yang menggunakan pestisida berbasis kimia.

1 of 2

You may also read!

e sport dengan kadskominfo

Cabor E-Sports Hadir di Kota Depok, Pemkot Beri Dukungan

TERIMA : Kadiskominfo Kota Depok Sidik Mulyono yang menerima Audiensi Ketum PB E-Sports Indonesia Kota

Read More...
pelantikan e sport

Deklarasi, Inilah Struktur PB ESI Kota Depok

SEMANGAT : Suasana pengukuhan pengurus PB ESI Kota Depok beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...
Ridwan kamil tinjau depok lagi

Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Tak Bepergian Saat Long Weekend

KUNJUNGAN : Gubernur Jawa Barat saat melakukan konfersi pers setelah simulasi vaksin, di UPTD Puskesmas

Read More...

Mobile Sliding Menu