SMK putra bangsa alfamidi
PROGRAM : Lima guru SMK Putra Bangsa mengadakan Program Alfamidi Class dengan menjalani Trainning for Teacher (TFT) di Alfamidi Super yang ada di kawasan Jalan Pitara, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : SMK PUTRA BANGSA FOR RADAR DEPOK
SMK putra bangsa alfamidi
PROGRAM : Lima guru SMK Putra Bangsa mengadakan Program Alfamidi Class dengan menjalani Trainning for Teacher (TFT) di Alfamidi Super yang ada di kawasan Jalan Pitara, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : SMK PUTRA BANGSA FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sinergitas antara pembelajaran di SMK dan industri, dunia usaha, dan kerja (Iduka), SMK Putra Bangsa dan Alfamidi berkolaborasi melaksanakan Program Alfamidi Class. Dalam program tersebut, ada lima guru yang menjalani Trainning for Teacher (TFT) di supermarket terdekat, yakni Alfamidi Super yang ada di kawasan Jalan Pitara, Kecamatan Pancoranmas.

Wakil Kesiswaan SMK Putra Bangsa, Ririn Kusrini mengatakan, selama tiga hari yakni 16, 19, dan 20 Oktober 2020, kelima guru yang berasal dari kompetensi Keahlian Bisnis dan Pemasaran tersebut mendapatkan pelatihan dari Trainer di Alfamidi, yakni Dede Gagah dan Andia.

“Program ini mempersiapkan guru produktif terutama Bisnis Daring Pemasaran untuk lebih siap lagi menyiapkan siswa yang berkompeten,” ucapnya kepada Radar Depok.

Ririn menuturkan, selama dua hari pelaksanaan pelatihan diadakan sekolah, dan satu lagi langsung datang ke Iduka-nya. Jadi, guru bisa mengetahui secara langsung kebutuhan sumber daya manusia seperti apa yang ada di Iduka, sehingga pembelajaran yang diberikan di sekolah bisa disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

“Ini untuk menyesuaikan antara kebutuhan Iduka dengan kurikulum dari pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Program Bisnis dan Manajemen, Ramayani Agustinary menuturkan, selama tiga hari tersebut dirinya bersama empat guru lainnya diberikan materi tentang bisnis retail yang meliputi administrasi, penataan barang, komunikasi bisnis, pelayanan penjualan, perencanaan pemasaran, administrasi transaksi, serta marketing dan promosi.

“Kegiatannya ada plagnogram dan kasir. Nantinya, pelatihan ini akan dijadikan bahan materi dalam pembelajaran praktik tentang Iduka,” terangnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya