lanjutkan program sejuta maulid
SEMANGAT: Paslon Nomor Urut 2 bersama elit Parpol yang tergabung dalam Koalisi TAS saat menghadiri acara Maulid Akbar, Hari Santri dan Sumpah Pemuda di kediaman Mohammad Idris, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kamis (29/10). FOTO : ISTIMEWA
lanjutkan program sejuta maulid
SEMANGAT : Paslon Nomor Urut 2 bersama elit Parpol yang tergabung dalam Koalisi TAS saat menghadiri acara Maulid Akbar, Hari Santri dan Sumpah Pemuda di kediaman Mohammad Idris, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kamis (29/10). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono menilai Program Depok Sejuta Maulid menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kota religius.

Sehingga, kandidat yang diusung Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), yakni Partai Berkarya, Partai Demokrat, PKS dan PPP ini bakal melanjutkan program yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.

Mohammad Idris menjelaskan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekedar wasilah mengenalkan sosok pemimpin paripurna, tapi juga sebagai ikhtiar menjemput the power of berkah Nabi Muhammad SAW bagi hidup dan kehidupan.

“Serta upaya meraih syafaat kubro Baginda Rasullah SAW,” jelas Idris dalam acara Maulid Akbar, Hari Santri dan Sumpah Pemuda di kediamannya, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Kamis (29/10).

Sementara, calon Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono  menegaskan, Depok Sejuta Maulid sudah menjadi bagian atau tradisi yang tidak bisa dipisahkan bagi kota religius.

“Depok sebagai kota religius simbol-simbol keagamaan dan kegiatan-kegiatan agama merupakan hal penting untuk terus dilakukan, termasuk salah satunya program Depok Sejuta Maulid,” tuturnya.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini menilai, umat Islam di Kota Depok, bahkan seluruh dunia, tidak bisa lepas dari peringatan maulid sebagai bentuk penghormatan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.