kantor imigrasi kota depok
SEPI : Kantor Imigrasi Kelas II NON TPI Depok, kawasan GDC, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
kantor imigrasi kota depok
SEPI : Kantor Imigrasi Kelas II NON TPI Depok, kawasan GDC, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Permohonan pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II NON TPI Depok, turun hingga 75 persen. Imigrasi harus memangkas kuota demi menjalan protokol kesehatan sesuai instruksi dari pemerintah.

Kepala Sub (Kasub) Informasi Kantor Imigrasi Kelas II NON TPI Depok, Yuris Setiawan mengatakan, langkah tersebut juga sebagai bentuk menekan penyebaran Covid-19.

“Jadi kami kurangi 150 orang. Jadi setiap hari kuotanya hanya 50 orang saja,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (07/10).

Ia menuturkan, kebijakan ini juga membuat kantor pelayanan paspor di Depok Town Square (Detos). Normalnya, dari 200 pemohon paspor/hari, 50 orang akan diarahkan ke Detos. 150 orang mengurus di kantor imigrasi.

“Sekarang semuanya kami jadikan satu pelayanan di kantor imigrasi. Baik yang mau buat baru atau memperpanjang paspornya,” ungkapnya.

Meski disediakan kuota 50 orang, dalam seharinya, Imigrasi hanya melayani tidak lebih dari 20 orang. Diakuinya, penutupan akses sebanyak 59 negara bagi Indonesia tentu menjadi salah satru dampak besar dari penurunan pembuatan paspor.

“59 negara menutup akses ke negaranya. Salah satunya Singapura. Kita gak bisa kesana, terkecuali mereka yang menguntungkan negaranya, seperti mereka yang punya usaha disana,” tutup Yuris. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya