kelanjutan galian tanah bocor
KAJI ULANG : Pekerja saat sedang beraktivitas di pengerjaan proyek air bersih yang bocor akibat kelalaian pengeboran, di Kampung Benda RT4/6 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung,  Senin (26/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
kelanjutan galian tanah bocor
KAJI ULANG : Pekerja saat sedang beraktivitas di pengerjaan proyek air bersih yang bocor akibat kelalaian pengeboran, di Kampung Benda RT4/6 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung,  Senin (26/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berulang bocornya air bersih di Kampung Benda Barat RT4/6, Kelurahan/Kecamatan Cipayung Kota Depok, dinilai harus dikaji ulang. Keladinya, saat bocor air mengandung gas yang dihasilkan dari sampah, karena lokasinya dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Air yang bocor itu karena ada gasnya, saya minta untuk dikaji ulang karena itu kebutuhan utama warga sekitar,” tegas Anggota DPRD Dapil Cipayung, Priyanti Susilawati kepada Radar Depok, Senin (26/10).

Dia membeberkan, saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama dengan pemerintah. Dia telah menyampaikan wilayah Cipayung menjadi tempat pembuangan sampah, terlebih di titik tersebut. Sehingga rentan akan gas yang di hasilkan dari sampah.

“Saya sudah minta tolong diperhatikan kelayakan air bagi kesehatan warga, sampai dampak kalau ada pengeboran, hingga dampak ke wilayah,” beber Bunda Yanti -sapaan akrabnya-.

Dia juga meminta, pemerintah dapat memberdayakan warga sekitar untuk bekerja di lokasi pengeboran. Minimal pekerjakan warga yang terdampak menjadi petugas kebersihan atau lainnya.

Saat sosialisasi di kecamatan soal pengerjaan pengeboran air tanah oleh pemerintah Kota Depok. Dia juga merasa tidak dilibatkan sama sekali. Sehingga aspirasi dari dewan tidak dapat tersampaikan dengan disaksikan masyarakat.

“Sekarang sudah dua kali Plt jabatan camat Cipayung, kita sebagai dewan tidak dilibatkan. Tidak tahu kenapa alasannya,” ungkap dia.

Sementara, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk menambahkan, kondisi saat ini, semburan gas sudah berhenti hanya semburan air yang masih terjadi. Namun tidak sekuat pada hari pertama dan kedua.

“Tadi petugas ke lokasi kejadian sekitar pukul 15:30 WIB. Posisi pipa sedot atas belum di kunci, karena belum finishing. Jadi setiap 3 jam sekali di kontrol perkembangannya,” tambah Denny.

Dia menuturkan, pengerjaan masuk dalam pekerjaan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) yang dikerjakan CV  Gelora untuk pengeborannya. Waktu pengerjaannya satu bulan, dan jatuh tepat pada tanggal 26 Oktober.

Lalu, pekerjaan tersebut akan berlanjut untuk membangun rumah panel yang akan dikerjakan CV Karya Putra Depok, akan dilaksankan pada Rabu (28/10) mendatang. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya