depok banget 1
DIRESMIKAN: Anggota Komunitas Depok Banget berfoto bersama usai peresmian komunitas tersebut, di salah satu resto Jalan Raya Margonda, pada Mei 2019. FOTO : ISTIMEWA
depok banget 1
DIRESMIKAN : Anggota Komunitas Depok Banget berfoto bersama usai peresmian komunitas tersebut, di salah satu resto Jalan Raya Margonda, pada Mei 2019. FOTO : ISTIMEWA

 

Pada awal 2019, ada seorang mahasiswa Universitas Indonesia, Alfian Tegar Prakasa sedang fokus merampungkan skripsinya, yang membedah soal program Smart City di Kota Depok. Dari studinya tersebut, ia banyak menemukan sejumlah ‘kejanggalan’.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

RADARDEPOK.COM – Siang itu di salah satu sudut kampus Universitas Indonesia (UI), Alfian Tegar Prakasa menemui rekan seangkatannya, Sulthana Labiba Khansa. Ia menyampaikan ide ingin membentuk Community Development alias Comdev.

Saat itu, keduanya terlibat obrolan serius. Tegar berharap, Khansa bisa membantunya membangun Comdev. Perlu diketahui, komunitas tersebut bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Alhasil, Tegar dan Khansa sepakat membuat Comdev di Kota Depok.

Tujuan membentuk Comdev di daerah Depok adalah semata-mata ingin mengabdi kepada daerahnya sendiri. Namun, bukan berarti dirinya tidak ingin mengabdi di tempat lain, hanya saja akan terasa lebih mudah ketika dirinya berbuat di lingkungan sekitar terlebih dahulu.

“Waktu diajak Tegar membangun Comdev, tidak ada alasan untuk menolak. Sudah ada yang meminta bantuan di depan mata, kenapa harus ditolak? Toh itu hal baik dan juga salah satu mimpi saya,” ungkap Khansa.

Singkat cerita, terkumpulah sembilan orang lainnya dari berbagai program studi yang masih satu angkatan di UI. Orang-orang tersebut yang biasa disebut tim inti. Jadi, total tim pembentukan Comdev sebanyak sebelas orang. Mereka mulai menyamakan visi dan misi. Dan terbentuk misi: Dari Anak Depok untuk Depok.

Setelah misi muncul, akhirnya mereka mencoba cari nama untuk komunitas tersebut.

Penuturan Khansa, awalnya mereka iseng searching di internet cari kata Depok. Yang muncul adalah konotasi negatif semua. Mulai dari macet, anak jalanan, dan masih banyak lainnya.