Mempelajari Ragam Profesi Melalui Berbagi Mimpi dan Cerita

In Ruang Publik

lukluk mawaddah

 

Oleh : Lukluk Mawaddah, S.Pd

Guru Bahasa Inggris

SMP Negeri 26 Depok

 

DI KURIKULUM 2013 mata pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada BAB VI, ada salah satu tema yang berjudul We Love What We Do yang membahas tentang pekerjaan. Salah satu hasil akhir yang diharapkan setelah mempelajari BAB ini, peserta didik mampu menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis, tentunya sesuai dengan kaidah yang baik dan benar.

Perencanaan pembelajaran untuk tema ini, bisa dilakukan sejak awal tahun ajaran atau awal masuk sekolah. Peserta didik diminta untuk menuliskan cita-cita di pohon harapan atau di pintu loker masing-masing, disertai foto peserta didik yang memakai seragam profesi tersebut atau berupa guntingan gambar tokoh ternama yang menggeluti profesi itu.

Selain sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas peserta didik karena masih baru dan satu sama lainnya belum saling kenal, juga agar sedari awal peserta didik giat belajar demi mewujudkan impiannya.

Di kegiatan awal memasuki BAB VI sebagai tahap apersepsi, peserta didik disajikan video contoh-contoh profesi yang ada di sekitar mereka dan membahas video tersebut bersama guru.

Pada kegiatan inti, peserta didik diminta untuk melihat kembali profesi yang sudah mereka sematkan di pohon harapan ataupun di pintu loker. Selanjutnya mereka ditugaskan untuk mencari kosa kata berkaitan dengan profesi yang mereka pilih tersebut, dengan kaidah 5W +1H (What, Where, When, Who, Why, dan How), dan dituliskan dalam tabel.

Jika dijabarkan, pertanyaanya meliputi apa profesinya dan apa saja kegiatan yang dilakukan oleh profesi tersebut (what), siapa tokoh inspiratif atau orang yang mereka kenal dari profesi tersebut (who), dimana tempat/lingkungan profesi itu berada (where), mengapa memilih profesi itu (why), kapan cita-cita itu bisa mereka gapai (when), dan bagaimana usaha yang dilakukan agar cita-cita itu terwujud serta bagaimana profesi itu bisa bermanfaat untuk sekitar (how).

Pastinya ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan, karena terbatasnya perbendaharaan kata. Mengatasi permasalahan itu bisa dengan pendampingan guru, peserta didik diajak untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di sekitar mereka. Selain itu, mereka juga diarahkan untuk saling bertanya dan diskusi sesama siswa.

1 of 2

You may also read!

titin supriatin

Modifikasi Pembelajaran Pidato Persuasif di Era Pandemi

  Oleh : Hj. Titin Supriatin, S.Pd. Mengajar di SMPN 9 Depok   DALAM pembelajaran bahasa kita kenal ada empat aspek keterampilan yaitu

Read More...
dina khairunisa

Mengasah Adversity Quotient Siswa pada Masa Pandemi

  Oleh : Dina Khairunisa, S.Pd., M.Si. Guru Mata Pelajaran Fisika SMA Negeri 1 Dramaga, Bogor   HASIL survei Belajar dari Rumah (BDR) Dinas

Read More...
anna

Study Saster, “Bencana” sebagai Model Pembelajaran Seni Rupa

  Oleh : Ana Setiawaty, S.Pd Guru Seni Budaya SMP Negeri 22 Depok   “BELAJAR dari Covid-19” merupakan tema Hari Pendidikan Nasional tahun

Read More...

Mobile Sliding Menu