gas elpiji ditarik
KEBIJAKAN GAS : Jejeran Bright Gas dan Gas 12 kg tabung biru, di PT Raja Gas Jalan Raden Saleh, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (18/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
gas elpiji ditarik
KEBIJAKAN GAS : Jejeran Bright Gas dan Gas 12 kg tabung biru, di PT Raja Gas Jalan Raden Saleh, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (18/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pertamina akan melakukan penarikan gas elpiji 12 kg warna biru, menggantinya dengan Bright Gas, yang dilakukan secara bertahap. Pergantian menjadi bright gas diklaim akan menguntungkan masyarakat, karena kemasannya jauh lebih safety.

“Sebenarnya masyarakat diuntungkan, karena bright gas jauh lebih safety dari tabung gas elpiji 12 kg warna biru. Tapi dengan harga yang sama,” terang Ketua Hiswana Migas Kota Depok, Ahmad Badri kepada Radar Depok, Minggu (18/10).

Diterangkannya, penarikan akan dilakukan serentak pada November mendatang di seluruh Kota Depok. Tercatat ada 16 agen yang tersebar. Jadi, penarikan lewat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“Setiap agen disuplai lima ribu tabung seluruh ukuran, dari 3 kg sampai 12 kg. Nanti kalau masyarakat mau membeli tabung biru ke agen atau warung akan didahulukan bright gas, sehingga perubahan ini berjalan dengan sendirinya,” ungkap Badri.

Ia juga menyampaikan, bagi tabung gas warna biru tidak akan ada lagi perbaikan pada tabung, sehingga masyarakat diminta untuk beralih ke bright gas. Sebab sudah tidak ada lagi alokasi untuk tabung gas warna biru. Untuk harganya lanjut Badri, tidak ada perbedaan, baik tabung gas biru maupun bright gas. Dari agen harganya Rp137 ribu.

Terkait sosialisasi, Badri menerangkan, bahwa pihaknya sudah menginformasi ke berbagai agen maupun SPBE karena memang ini instruksi dari pemerintah untuk menerapkan pergantian ini.

“Sosialisasi kita juga yang diperbantukan teman media yang memberitakan soal ini,” terangnya.