bayar PBB diperpanjang
TAAT PAJAK : Petugas melayani warga yang ingin membayar pajak di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB, Balaikota Depok, Senin (13/04). FOTO : DOK RADAR DEPOK
bayar PBB diperpanjang
TAAT PAJAK : Petugas melayani warga yang ingin membayar pajak di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB, Balaikota Depok, Senin (13/04). FOTO : DOK RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Kesadaran masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sangat tinggi. Sekalipun ini sedang masa pandemi Covid-19. Dilansir Badan Keuangan Daerah (BKD), capaian PBB melonjak. Sampai 121 persen.

Kabid Pajak Daerah II, BKD Kota Depok, Muhammad Reza mengatakan, usaha untuk mengejar target pencapaian PBB telah menuai hasil. Sebelumnya, BKD Kota Depok menargetkan PBB pada tahun ini mencapai Rp 193.450.000.000.

“Namun PBB yang terealisasi mencapai Rp 234.259.682.551 atau 121,10 persen,” ujar Reza kepada Radar Depok, Rabu (07/10).

Ia menjelaskan, pencapaian realisasi target PBB tidak terlepas dari perpanjangan pembayaran hingga 31 Desember dan pembebasan saksi administasi. Selain itu, sosialisasi yang gencar dilakukan dan koordinasi yang bekerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB), menjadi salah satu kunci pencapaian target.

Lebih lanjut, sambung dia, perolehan hasil pajak nantinya digunakan untuk meningkatkan pembangunan di Kota Depok. “Semoga di akhir tahun ini pencapaian pajak semakin meningkat,” bebernya.

Diketahui, berdasarkan data rangking per 30 September 2020, kata Reza, teratas di raih Kecamatan Cimanggis dengan raihan Rp41.125.762.805 dari 41.590 surat pemberitahuan pajak tertuang (SPPT). Urut kedua Kecamatan Tapos Rp31.848.266.601 dari 49.174 SPPT. Sementara, dirangking terakhir Kecamatan Cipayung Rp4.521.514.817 dari 26.148 SPPT.

“Jika ditotal pendapatan dari PBB per 30 September mencapai Rp224.878.234.602. Artinya pendapat dari PBB sudah mencapai 90 persen-an dari target Rp259.509.704.000,” bebernya.

Bila berkaca dari hasil tersebut, lanjut mantan Lurah Krukut ini, dia yakin sampai akhir tahun akan mencapai target. Apalagi, sanksi denda pajak dihapus selama pandemi.

“Saya yakin target tercapai sampai akhir tahun,” tegasnya.