proyek GDC disanksi
PROYEK MOLOR : Pengendara saat melintas di Jalan Grand Depok City (GDC) yang sedang dilakukan peningkatan jalan serta jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok belum juga selesai. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
proyek GDC disanksi
PROYEK MOLOR : Pengendara saat melintas di Jalan Grand Depok City (GDC) yang sedang dilakukan peningkatan jalan serta jembatan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok belum juga selesai. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tiga pelaksana yang menggarap perbaikan Jalan Boulevard Raya dan dua jembatan di Grand Depok City (GDC), siap-siap kena sanksi denda. Keladinya, tenggat waktu yang telah ditentukan pada tiga mega proyek total Rp33,9 miliar pada hari ini (28/10), belum rampung pembangunannya.

Kepada Radar Depok, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi menegaskan, bila pengerjaannya belum selesai dari waktu yang telah ditetapkan. Maka, akan dikenakan denda atau diberi addendum (pertambahan waktu) pengerjaannya.

“Ya, yang dibilang Bu Sri Utami itu benar, seandainya dia tidak dapat menyelesaikan pada 28 Oktober maka akan dikenakan denda,” tutur Dadan kepada Radar Depok, Selasa (27/10).

Menurutunya, dendanya telah diatur sejak awal, per satu milnya akan dihitung. Dan akan dihitung juga berapa hari mereka melakukan telatnya. Kemudian akan dikali dengan nilai kontrak.

“Jadi nanti semakin lama dia mengerjakan, maka akan semakin banyak denda yang dikenakan. Addendum diberikan selama 14 hari,” tambahnya.

Bicara mengenai blacklist atau tidaknya, Dadan mengatakan,  keterlambatan sekian hari masih belum dapat dikenakan blacklist kepada pemborongnya langsung. Namun, kalau sudah mencapai batas keterlambatan 50 kali baru akan dikenakan blacklist.

“Maksudnya, pemborong tersebut tidak akan dapat menerima pekerjaan pembangunan di Kota Depok lagi kalau sudah dibalcklist,” tegasnya.

Dia mengaku, sudah memberikan teguran kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar segera melakukan percepatan pembangunan.