Jumat, Februari 26, 2021
Beranda Metropolis Pemohon Paspor Melejit di Depok

Pemohon Paspor Melejit di Depok

0
Pemohon Paspor Melejit di Depok
URUS BERKAS : Warga saat melakukan tahap pendaftaran untuk mengurus pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Grand Depok City sebelum Pandemi Korona. FOTO : FOTO : DOK. RADAR DEPOK
pemohon paspor banyak
URUS BERKAS : Warga saat melakukan tahap pendaftaran untuk mengurus pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Grand Depok City sebelum Pandemi Korona.  FOTO : DOK. RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Depok mulai berduyun-duyun datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok. Sudah dua pekan terakhir, Imigrasi mengalami peningkatan pemohon paspor baru maupun perpanjangan paspor. Sehari bisa 50 orang datang mengurus administrasi legalitas perjalanan tersebut.

“Iya ada peningkatan. Hal ini karena zona Depok semakin membaik, dua minggu kemarin meningkat karen Depok dinyatakan zona oranye,” kata Kepala Sub (Kasub) Informasi Imigrasi Kota Depok, Yuris Setiawan kepada Harian Radar Depok, Jumat (30/10).

Dia menerangkan, sesuai data yang tercatat pada Imigrasi, dalam satu hari peningkatan pemohon mencapai 30 hingga 50 orang. Sebelumnya, Imigrasi hanya melayani pemohon 20 orang dalam satu hari. Namun peningkatan masih sesuai kuota yang disediakan Imigrasi, sekitar 25 persen.

“Itu kami turunkan kuotanya, sekarang pelayanan Imigrasi di Detos kita tutup dulu, semua pelayanan langsung di kantor Imigrasi,” paparnya.

Saat tidak ada pandemi, Imigrasi menyediakan 200 pemohon setiap harinya. Lalu, Imigrasi memangkas 75 persen kuota yang di sediakan menjadi 20 persen atau setara 50 pemohon. Sampai sekarang pemohon masih sesuai kuota yang disediakan selama pandemi.

“Biasanya kalau tidak ada pandemi. Imigrasi bisa melayani pemohon sebanyak 200 orang, baik di kantor Imigrasi atau pelayanan di Detos. Kalau di Detos kita batasi hanya 50 orang, jadi sisanya 150 orang kita layani di kantor imigrasi,” ungkap Yuris.

Kuota yang sediakan terkadang tidak selalu penuh. Alasannya, karena pandemi yang masih tinggi di Indonesia, sehingga banyak Negara yang menutup akses bagi Warga Negara Indonesia (WNI), terkahir ada 59 Negara menutup akses bagi Indonesia.