bangun rumah di lapangan
DIBANGUN : Penggarap lahan Lapangan Relis di RT9/9 Kelurahan/Kecamatan Limo sedang membangun rumah di lahan Lapangan Sepak Bola Relis, Selasa (06/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK
bangun rumah di lapangan
DIBANGUN : Penggarap lahan Lapangan Relis di RT9/9 Kelurahan/Kecamatan Limo sedang membangun rumah di lahan Lapangan Sepak Bola Relis, Selasa (06/10). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, LIMO – Penggarap lahan Lapangan Relis di RT9/9 Kelurahan/Kecamatan Limo, benar-benar bangor. Selasa (6/10), pagar yang membelah lapangan masih berdiri kokoh. Malah, saat ini ada satu rumah yang sedang dibangun di lahan tersebut. Padahal, kabarnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah melayangkan surat penghentian pengerjaan.

Tokoh masyarakat Limo, Asmawi meminta kepada pihak berwenang menghentikan dan membongkar bangunan pagar diatas lapangan sepak bola Relis. Sangat jelas kegiatan pemagaran melanggar aturan dan merugikan masyarakat.

Sementara, Jayadi H Rojali mengaku, tidak ada alasan bagi Pemkot Depok mentolerir pembuatan pagar, diatas lapangan sepak bola yang dilakukan oleh orang perorangan dan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Kojay -sapaan akrab Jayadi H Rojali, itu lahan milik negara, dulu masuk SHGB PT Megapolitan. Dan dari data yang dia punya pernah ada oper alih garapan antara Raisan CS dengan Alm H Abdullah. Dan sekarang tanah itu akan dioptimalkan oleh ahli waris Alm H Abdullah. Kabarnya, akan dibuat kavling untuk rumah diatas tanah itu.

“Ini jelas menyalahi aturan, untuk itu pagar diatas lapangan sepak bola itu harus dibongkar dan lahan itu dikembalikan pada fugsi semula untuk sarana olahraga dalam hal ini lapangan sepak bola,” tegas Kojay.

Menimpali hal ini, Lurah Limo, AA Abdul Khoir mengaku, sudah melaporkan pembangunan pagar diatas lahan lapangan Sepak Bola Relis. Dia menegaskan, sampai kapanpun pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi perizinan. Karena status lahan bukan lahan hak milik, melainkan lahan garapan eks HGB PT Megapolitan.

“Kami sudah laporkan kegiatan disana dengan jajaran kantor kecamatan dan dinas terkait. Soal penindakan tentu bukan menjadi kewenangan kami, tapi kewenangan dinas terkait di tingkat kota,” ujar lurah.

Terpisah, Camat Limo, Zaenudin mengatakan, telah memanggil dan menegur pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan pemagaran, di atas lahan lapangan sepak bola Relis. “Kami sudah kasih peringatan dan Dinas PMTSP kabarnya sudah melayangkan surat peringatan (SP),” tandasnya. (rd/cr2)

 

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Pebri Mulya