penulis naskah
BERKARYA DAN BERPRESTASI: Penulis novel dan skrip sinetron FTV, Fauziah Halimatussa'diah sudah banyak menghasilkan karya. Saat ini ia berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah Al-Husna Cimanggis, Kota Depok. FOTO : DOK.PRI FOR RADAR DEPOK
penulis naskah
BERKARYA DAN BERPRESTASI : Penulis novel dan skrip sinetron FTV, Fauziah Halimatussa’diah sudah banyak menghasilkan karya. Saat ini ia berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah Al-Husna Cimanggis, Kota Depok. FOTO : DOK.PRI FOR RADAR DEPOK

 

Sejumlah karya seni sudah dihasilkan. Mulai dari novel, buku, hingga menulis skrip untuk sinetron FTV. Perempuan berjilbab yang sudah mengabdi menjadi guru selama 13 tahun ini, tak pernah kehabisan ide untuk terus berkarya.

Laporan: Daffa A. Syaifullah

RADARDEPOK.COM – Tepat pukul 13.00 Selasa (6/10) siang saya mulai menelusuri kawasan Kelurahan Tugu Cimanggis. Dan tiba di sebuah sekolah dengan nama Madrasah Tsanawiyah Al-Husna Cimanggis.

Di sekolah yang berdekatan dengan Jalan Raya Akses UI tersebut, ditemuilah seorang guru berprestasi segudang karya. Dialah Fauziah Halimatussa’diah. Guru Bahasa Inggris yang sudah bergelut di dunia pendidikan selama 13 tahun.

Menggunakan jilbab biru, Miss Zie—sapaan Fauziah Halimatussa’diah—menyambut ramah kedatangan Radar Depok di tempatnya.

Dibalut senyuman yang khas, ia pun menceritakan awal mula pengalamannya menjadi guru. Salah satunya menjadi pengajar di sekolah Masjid Terminal (Master), yang biasanya diisi anak jalanan.

“Delapan tahun lalu saya pernah mengajar di Master hingga 2018,” ucap Miss Zie.

Sebelumnya, ketika itu ia sempat ‘nyasar’ di kawasan terminal Depok. Kemudian ia lihat ada bangunan kontrakan yang dipenuhi anak-anak belajar. Awalnya ia mengira itu tempat pelatihan kewirausahaan. Tak lama ia pun dihampiri oleh salah satu relawan Sekolah Master.

“Dikiranya saya yang mau mengajar di sana. Relawan itu menyampaikan jika di tempatnya ada lowongan relawan pengajar Bahasa Indonesia. Ia menawarkan apakah saya bersedia mengajar. Bila bersedia, saya diminta datang dua hari lagi,” ungkapnya.

Niat yang mantap dibalut panggilan hati, Miss Zie pun akhirnya mendaftarkan diri sebagai guru di Sekolah Master. Dibutuhkan kesabaran dan keihlasan yang kuat, karena harus menghadapi anak didik yang setiap harinya ada di jalanan.