Penulis Novel dan Skrip FTV, Fauziah Halimatussa’diah : Saya Penulis Sejak Lahir (2)

In Metropolis
penulis depok 2
Fauziah Halimatussa’diah.

 

Naik turunnya proses kreatif tak membuat  Miss Zie patah semangat. Punya hobi menulis sedari kecil, membuat perempuan berhijab yang berprofesi menjadi guru ini, tekun menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Berkarya.

Laporan: Daffa A. Syaifullah

RADARDEPOK.COM – Pukul 2 siang, ruang guru MTS Al-Husna sepi. Tidak ada akvitas berarti. Maklum, lagi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Intentitas guru tak banyak. Hilir mudik siswa tak ada.

Dua orang sedang berbincang menghabiskan waktu istirahatnya. Miss Zie sedang bersama Fauzan, salah seorang rekan guru disana. Ia tak canggung menerima kehadiran awak media ini untuk turut bergabung.

Memakai masker putih dengan motif bunga, yang dipadupadankan hijab pink, jadilah Miss Zie nampak cerah. Ia berbagi cerita pengalamannya, sejak awal mula menulis, sampai terjun ke dunia literasi. Bidang yang begitu ia sukai.

Dia memulainya dari tanah suci : Arab Saudi. 1986, dirinya menamatkan sekolah dasar disana.

“Saya suka nonton kartun. Dari sana, saya punya imajinasi untuk menulis tokoh kartun itu, tapi menggunakan cerita dari saya sendiri, saya juga suka membaca majalah Bobo yang dibawa orang tua setelah pulang dari Indonesia ke Arab Saudi,” ucap Miss Zie.

Hobi menulisnya muncul. Sewaktu bersekolah menengah pertama di salah satu pesantren di Indonesia pun, sekedar iseng, dirinya mulai membuat cerpen di halaman tengah hingga belakang buku tulisnya.

Kemudian, ada suatu insiden dimana dirinya dipanggil oleh salah satu guru

“Tiba-tiba guru memanggil saya ke depan kelas. Saya kira ada apa, eh ternyata dia meminta saya agar melanjutkan cerita tersebut,” ungkapnya dengan disertai tawa kecil.

Dari SMP hingga kuliah, ia juga rajin menulis, bahkan tulisannya sempat dimuat dalam edisi opini di koran Radar Depok. Miss Zie mengungkapkan alasan kenapa ia tertarik dengan menulis, karena menulis dapat dengan mudah menggugah hati seseorang, berbeda dengan omongan belaka yang hanya lewat saat itu saja. Disisi lain, ada dua hal penting, hal pertama yakni meninggalkan jejak dengan karya bila dirinya meninggalkan dunia, hal kedua adalah membina bibit baru untuk dunia literasi di Indonesia.

1 of 2

You may also read!

pradi ngobrol sama nenek

Pradi Didoakan Nenek Usia 106 Tahun

SUNGKEM : Calon Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna saat sungkem ke Mak Naimah nenek

Read More...
imam bertemu pendukung

Idris-Imam Selalu Tepati Janji Kampanye

DUKUNGAN : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono saat sosialisasi di

Read More...
maksimal nikah di KUA

Nikah di KUA Maksimal 10 Orang

Kepala KUA Beji, Dede Nasip.   RADARDEPOK.COM, BEJI – Pandemi Covid-19 benar-benar merusak segala sendi kehidupan. Bikin

Read More...

Mobile Sliding Menu