kembangkan jamu herbal
VIRTUAL: Peserta pelatihan pengembangan agroindustri jamu herbal aktif menyimak video pembelajaran dan mengisi pre-test atau post-test. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
kembangkan jamu herbal
VIRTUAL : Peserta pelatihan pengembangan agroindustri jamu herbal aktif menyimak video pembelajaran dan mengisi pre-test atau post-test. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Jamu herbal memang tergolong obat tradisional yang sehat dikonsumsi masyarakat. Selain itu, jika proses pembuatan sampai pengembangannya dikelola dengan baik, jamu herbal juga bisa jadi peluang usaha sampingan.

Melihat potensi yang menjanjikan ini, rupanya tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta tidak tinggal diam. Mereka pun berinisiatif mengadakan pelatihan pengembangan Agroindustri Jamu Herbal secara daring.

Dosen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta, Nanang Nasrulloh mengatakan, tujuan dari pelatihan ini ialah agar masyarakat bisa mengembangkan potensi bahan lokal menjadi olahan jamu herbal yang bisa berfungsi menyehatkan tubuh.

Kegiatan juga bermula dari pengamatan adanya tren mengonsumsi produk herbal terutama di masa pandemic covid 18. Tentunya, produk tersebut berasal dari bahan lokal yang ada di lingkungan sekitar yang jumlahnya melimpah.

“Berhubung obat atau vaksin covid-19 belum ada, jadi asupan jamu herbal sangat diperlukan terutama dalam membantu mengatasi penyakit penyerta (komorbid) bagi yang terinfeksi namun jamu herbal ini bukan merupakan obat jadi tidak ditujukan untuk menyembuhkan,” ungkap Nanang kepada Radar Depok, Minggu (04/10).

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang sehat, tidak ada salahnya juga mengonsumsi jamu herbal karena bisa menguatkan imunitas dan kekebalan tubuh. Di sisi lain, jika industri pembuatan jamu herbal ini dikembangkan dengan baik, tentunya bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.