PN depok kabulkan warga
JUMPA PERS : Pengadilan Negeri (PN) Depok mengabulkan eksepsi tujuh warga dan menyatakan tidak dapat menerima gugatan terkait Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) oleh PT Buana Global Propertindo dan PT Bina Pilar Lestari selaku Pengembang dan Pengelola Komplek Mampang Hills. FOTO : ISTIMEWA
PN depok kabulkan warga
JUMPA PERS : Pengadilan Negeri (PN) Depok mengabulkan eksepsi tujuh warga dan menyatakan tidak dapat menerima gugatan terkait Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) oleh PT Buana Global Propertindo dan PT Bina Pilar Lestari selaku Pengembang dan Pengelola Komplek Mampang Hills. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, MAMPANG – Pengadilan Negeri (PN) Depok mengabulkan eksepsi tujuh warga dan menyatakan tidak dapat menerima gugatan terkait Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) oleh PT Buana Global Propertindo dan PT Bina Pilar Lestari selaku Pengembang dan Pengelola Komplek Mampang Hills.

Kuasa Hukum ketujuh warga komplek Mampang Hills, Rian Hidayat menerangkan, gugatan dengan perkara 226/pdt.g/2019/PN.DPK ini resmi berakhir setelah PN Depok menyatakan gugatan yang diajukan oleh perusahan tersebut tidak dapat diterima.

“Sebenarnya ada 10 warga yang digugat, tetapi yang menjadi client saya tujuh orang dikarenakan yang lain sudah tidak aktif atau pindah. Kejadian ini berawal pada Oktober 2019 bahwa pengembang dan pengelola daei Mampang Hills mengajukan gugatan terkait pembayaran iuran pengelolaan,” ucapnya saat dihubungi Radar Depok, Minggu (04/10).

Ia juga menjelaskan, saat persidangan PN Depok tidak mengabulkan gugatan dari pengembang dan pengelola dalam hal ini PT Buana Global Propertindo dan PT Bina Pilar Lestari.

“Karena tidak dapat diterima oleh PN Depok, sehungga eksepsi kami yang dikabulkan majelis hakim,” tuturnya.

Dalam proses persidangan, ketujuh warga warga membantah dalil dalil pengembang dan pengelola hingga akhirnya 30 September 2020, majelis hakim dalam agenda sidang putusan, mengabulkan eksepsi tujuh warga dan gugatan pengembang dan pengelola dinyatakan tidak dapat diterima.

“Kami juga membawa tiga saksi yang begitu kuat, yaitu ketua RT saat ini, ketua RT sebelumnya dan paguyuban di lingkungan tersebut,” ujarnya.