Pradi afifah nomor 1
KESATU : Pradi-Afifah dengan senyum sumringah saat keluar dari gedung Raflles Hills Multi Function Hall, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kamis (24/09). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
Pradi afifah nomor 1
KESATU : Pradi-Afifah dengan senyum sumringah saat keluar dari gedung Raflles Hills Multi Function Hall, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kamis (24/09). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kendati berkontestasi di Pilkada Depok 2020, Calon Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna menyerukan agar warga Kota Maulid tetap satu.

Sebab, petahana Wakil Walikota yang pada pesta demokrasi 2020 berdampingan dengan Afifah Alia ini menilai, Kota Depok merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipecah-pecah.

“Memang perbedaan pilihan itu sebuah keniscayaan dalam demokrasi. Tapi, tidak boleh terpecah Depok tetep satu,” kata Pradi kepada Radar Depok, Rabu (07/10).

Sosok pejabat yang tidak pilih-pilih lawan bicara dan dekat dengan semua kalangan ini mengaku, sedih jika ada oknum yang mengkotak-kotakan warga Depok.

“Jangan sampai kota kita dipecah menjadi dua kubu, harus tetap satu, warga Depok,” tegasnya.

Dia berharap, pesta demokrasi ini tidak ada yang memainkan isu sara dan pembunuhan karakter lawan. Sebaliknya, diisi dengan adu konsep dan gagasan dalam memajukan Kota Depok.

“Biarkan nanti masyarakat yang menilai dan menentukan pilihan. Saya hakul yakin, seluruh kontestan di Pilkada memiliki niat baik dan menomor satukan rakyat dan Kota Depok, di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua punya niat baik,” katanya.

Sehingga, kata dia, di tahapan kampanye Pilkada 2020, suami Martha Catur Wurihandini ini selain menyosialisasikan Pradi-Afifah berikut visi misi dan janji kampanye, pihaknya juga terus menggaungkan persatuan di masyarakat.

“Indonesia itu NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, menyatukan 1.340 suku bangsa yang tersebar di ribuan pulau dan 718 bahasa yang disatukan dalam bahasa Indonesia. Itu lah yang dicita-citakan Founding fathers Indonesia,” katanya.

Karenanya, Pradi menambahkan, jangan sampai perbedaan pilihan membuat warga Depok saling bermusuhan, dan keluar dari bingkai etika serta sopan santun.

“Kita berkontestasi secara sehat dan insha Allah tidak ada agenda saling menjatuhkan, biarkan warga memilih dan yang penting Depok tetap bersatu,” tegas Pradi.