Beranda Metropolis Putusan PN Depok Dilaporkan ke KY

Putusan PN Depok Dilaporkan ke KY

0
Putusan PN Depok Dilaporkan ke KY
LAPORKAN: Tim Kuasa Hukum C. Laksmi Prarthini, Jamalludin Cs sedang menunjukkan surat keberatan atas jalannya sidang Hak Ingkar perdana, yang ditembuskan kepada Komisi Yudisial dan Bawas MA, Rabu (21/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
putusan PN dilaporkan
LAPORKAN : Tim Kuasa Hukum C. Laksmi Prarthini, Jamalludin Cs sedang menunjukkan surat keberatan atas jalannya sidang Hak Ingkar perdana, yang ditembuskan kepada Komisi Yudisial dan Bawas MA, Rabu (21/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sepertinya Kepala Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Sutiyono harus cek and ricek para hakim-nya. Sebab, salah satu hakim di PN Depok memenangkan sengketa lahan di wilayah RT1/5 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo Kota Depok.

Padahal, perkara Nomor 36/Pdt/Plw.2020/PN.Depok sudah diputuskan ketetapan hukum tetap (inkracht) di Mahkamah Agung (MA) No 2245 K/Pdt/2009.

Anggota tim Kuasa Hukum C. Laksmi Prarthini dalam sengketa lahan di wilayah RT1/5 Kelurahan Grogol, Jamalludin meminta, kepada Kepala PN Depok untuk mengganti majelis hakim yang menangani perkara Nomor 36/Pdt/Plw.2020/PN. Depok. Pasalnya, majelis hakim tersebut merupakan majelis hakim yang telah menyidangkan perkara yang sama pada perkara perdata nomor 36/Pdt.G/2020/PN Depok.

Menurutunya, pada perkara perdata Nomor 36/Pdt.G/2020/PN Depok klien kami C. Laksmi Prarthini selaku pihak tergugat, sedangkan penggugatnya adalah Timothy Frans Brasali dan kawan-kawan, telah dimenangkan hakim. Padahal, saat itu penggugat diduga memberikan alamat palsu kliennya.

“Akibat alamat palsu itu klien kami tidak mengetahui adanya gugatan dari penggugat, yang akhirnya diputus secara sepihak oleh majelis Hakim yang mengabulkan gugatan penggugat,” jelasnya kepada Radar Depok, Rabu (21/10).

Jamalludin sangat menyesalkan pemberian alamat paslu kepada kliennya. Padahal, kata dia penggugat tahu jika kliennya sudah tidak tinggal di Grogol dan pindah ke wilayah Cinere. Dia juga menyesalkan tidak ada upaya dari Majelis Hakim, untuk mendesak penggugat mencari kepastian tempat tinggal klien dia.

“Kalau alamatnya benar pasti klien kami hadir, karena tanah yang dimaksud sudah menang di PN Depok putusan No : 65/PDT.G/2007/PN.DPK, kemudian Pengadilan Tinggi (PT) Bandung putusan No : 295/PDT/2008/PT.BDG dan putusan Mahkamah Agung (MA) No : 2245 K/Pdt/2009,” bebernya usai menghadiri sidang ulang (Hak Ingkar) perdana di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Depok, Rabu (21/10).