waktu buka rumah makan
SUASANA : Kafe dan rumah makan saat pukul 18.00 WIB,  di sekitaran Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas hingga Kelurahan Meruyung, Limo Minggu (04/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
waktu buka rumah makan
SUASANA : Kafe dan rumah makan saat pukul 18.00 WIB,  di sekitaran Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas hingga Kelurahan Meruyung, Limo Minggu (04/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, terus berbenah diri dalam mengentaskan penularan Virus Korona (Covid-19). Mulai kemarin (4/10), pelaku usaha kuliner di 101 wilayah RW di Kota Depok dilarang melayani konsumen makan dan minum di tempat (Dine In).  Pemberlakuan tersebut seirama dengan ditetapkannya 38 kelurahan di Kota Depok, sebagai lokasi penerapan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) Covid-19.

Pantauan Radar Depok, masih ada beberapa kafe dan restoran yang setelah pukul 18:00 WIB, masih menyediakan layanan makan ditempat. Contoh di sekitaran Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas hingga Kelurahan Meruyung, Limo. Padahal dua lokasi tersebut masuk dalam PSKS. Kendati demikian ada juga kafe yang mematuhi aturan tersebut.

Pemilik Roemah Cofee di Margonda, Yogi Ahmad mengaku, mendukung pembatasan jam operasional kafe dan restoran hanya sampai jam enam sore.

“Kita dukung aja apa yang menjadi kebijakan pemerintah, kita taat aturan kok, ” kata Yogi kepada Radar Depok, Minggu (04/10).

Meski demikian, dia mengaku akibat adanya pandemi dan pembatasan jam operasional, omset kafenya menurun drastis.”Omset Agustus sampai September merosot 55 persen,” tuturnya.

Yogi hanya bisa pasrah dengan kebijakan tersebut lantaran, jenis usaha yang dia pasarkan tidak dapat disiasati dengan penjualan online.

“Kita Cofee Shop yang basenya dine in dan jam bisnis kita di atas jam enam sore. Jadi ga bisa dijual dengan jasa online melalui aplikasi,” tuturnya.